RADARTUBAN - Gunung Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya kembali menjadi sorotan setelah insiden tragis yang menimpa dua pendaki senior, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono.
Mereka meninggal dunia saat turun dari puncaknya setelah berhasil mencapai ketinggian 4.884 mdpl karena mengalami hipotermia.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pendakian ke gunung tertinggi di Indonesia bukanlah perkara mudah. Medan yang terjal, cuaca ekstrem, serta tantangan fisik dan mental membuat Carstensz Pyramid menjadi salah satu gunung paling sulit ditaklukkan di dunia.
Namun, selain Carstensz, Indonesia masih memiliki banyak gunung ekstrem yang penuh tantangan bagi para pendaki.
Berikut adalah sembilan gunung paling ekstrem dan curam di Indonesia yang wajib persiapan matang sebelum memutuskan untuk didaki:
1. Gunung Carstensz Pyramid (Puncak Jaya, Papua)
Sebagai bagian dari Seven Summits, Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi di Indonesia dengan medan yang sangat sulit. Jalur pendakiannya terdiri dari tebing curam, cuaca yang tak menentu, serta suhu yang bisa mencapai titik beku.
Pendakian ke puncak ini biasanya memakan waktu sekitar 14 hari dan hanya direkomendasikan bagi pendaki berpengalaman dengan persiapan matang.
2. Gunung Mandala (Papua)
Terletak di Pegunungan Maoke, Gunung Mandala memiliki ketinggian 4.760 mdpl dan sering diselimuti salju.
Jalurnya penuh dengan tanjakan curam, batuan terjal, serta cuaca yang sulit diprediksi. Hanya sedikit pendaki yang berhasil mencapai puncaknya karena medan yang sangat menantang.
3. Gunung Binaiya (Maluku)
Gunung tertinggi di Maluku ini memiliki jalur pendakian yang panjang dan sulit. Pendaki harus menyeberangi sungai deras, melewati hutan hujan tropis, serta menghadapi tanjakan hampir vertikal dengan kemiringan hingga 90 derajat.
Dibutuhkan waktu sekitar 8-11 hari untuk mencapai puncaknya.
4. Gunung Merapi (Jawa Tengah)
Sebagai gunung berapi paling aktif di Indonesia, Merapi menawarkan tantangan unik. Lerengnya curam dan berbatu, dengan jalur pendakian yang bisa berubah akibat erupsi.
Jalur Selo adalah yang paling populer, tetapi tetap berbahaya karena ancaman lahar hujan dan awan panas.
5. Gunung Leuser (Aceh)
Gunung ini terletak di dalam Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Dengan ketinggian 3.404 mdpl, jalur pendakiannya sangat curam dan panjang.
Pendaki harus melewati hutan lebat serta menghadapi berbagai tantangan alam liar.
6. Gunung Rinjani (Lombok, Nusa Tenggara Barat)
Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 mdpl dan menawarkan jalur pendakian yang panjang serta medan yang curam.
Trek menuju puncaknya penuh dengan pasir lepas yang membuat langkah semakin berat. Selain itu, perubahan cuaca yang tiba-tiba bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki.
7. Gunung Raung (Jawa Timur)
Gunung ini terkenal dengan kaldera raksasanya dan jalur pendakian ekstrem yang membutuhkan keterampilan panjat tebing.
Pendaki harus melewati jalur sempit dengan tebing curam di kedua sisi, sehingga diperlukan peralatan pendakian teknis untuk mencapai Puncak Sejati di ketinggian 3.344 mdpl.
8. Gunung Latimojong (Sulawesi Selatan)
Gunung ini memiliki puncak tertinggi bernama Bulu Rante Mario dengan ketinggian 3.478 mdpl. Jalur pendakiannya melewati hutan lebat dan medan berbatu yang curam.
Selain itu, pendaki harus bersiap menghadapi perubahan cuaca yang drastis. (*)
9. Gunung Arjuno (Jawa Timur)
Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Arjuno memiliki jalur pendakian yang cukup ekstrem, terutama di kawasan Hutan Lali Jiwo yang sering membuat pendaki tersesat.
Trek yang panjang, curam, serta kondisi alam yang menantang menjadikan gunung ini sebagai salah satu yang paling sulit didaki di Pulau Jawa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama