RADARTUBAN - Cinta adalah rasa yang bisa hinggap di mana saja, dan untuk siapa saja. Pernahkah kamu merasakan yang namanya cinta?
Sebagai generasi milenial, apa lagi Gen Z yang terkenal di masa kini, tentu cinta bukan hal asing, bahkan sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Cinta membawa perasaan bahagia bagi yang terbalas cintanya, dan membawa perasaan sedih, serta kecewa pada yang tidak terbalas cintanya atau putus cinta.
Nah, kamu harus tahu 7 fakta psikologi tentang cinta ini supaya kamu bisa lebih bijak dalam masalah percintaan.
1. Cinta Itu Bisa Bikin Candu
Ketika kamu sedang jatuh cinta, otak akan mengeluarkan dopamin yang memicu rasa bahagia.
Efeknya tentu bikin candu. Siapa sih yang nggak mau kecanduan bahagia? Nah, efek candu ini bisa diibaratkan seperti efek narkoba ringan.
Itulah kenapa cinta menimbulkan rasa bahagia. Orang-orang yang merasakan cinta akan merasa bahagia ketika bertemu dengan orang yang mereka cintai, ingin selalu dekat, dan selalu bersama.
Menghabiskan waktu untuk kencan, dll. Karena efek candu itu tadi yang memicu kebahagiaan.
2. Kita Lebih Tertarik dengan Orang yang Buat Penasaran
Kata orang, cinta diawali dari rasa penasaran. Kalau penasaran, biasanya kita akan mencari tahu lebih dalam tentang sosok yang misterius itu.
Mereka yang misterius terlihat lebih menarik karena ada banyak hal tersembunyi yang tidak diketahui banyak orang.
Mereka tidak dekat dengan banyak orang, jarang mengatakan tentang diri mereka, hanya mendengarkan dan sedikit bicara.
Apa lagi jika memiliki banyak kelebihan. Siapa yang tidak penasaran?
Berawal dari penasaran inilah cinta itu muncul. Semakin tahu tentang orang yang misterius itu, semakin tertarik pula kita untuk mengenalnya.
3. Sering Bareng Jadi Makin Nempel
Ada pepatah Jawa yang mengatakan, "witing tresna jalaran saka kulina." Artinya, adanya cinta karena terbiasa. Terbiasa bersama tentunya.
Itulah mengapa banyak orang menganggap tidak ada yang namanya persahabatan antara laki-laki dan perempuan.
Pasti ada salah satu yang menyimpan perasaan. Karena mereka yang bersahabat akan terbiasa bersama. Perasaan itu bisa muncul perlahan karena terbiasa bersama-sama.
Baca Juga: Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unnes Lecehkan Empat Mahasiswi, Kasusnya Viral di X
4. Orang Mudah Jatuh Cinta Saat Rapuh
Pernahkah kamu merasa rapuh karena suatu masalah dan seseorang datang menemanimu? Lalu kamu merasa tertarik dan perlahan cinta.
Sebenarnya yang kamu rasakan itu adalah pengalihan atau pelarian dari luka perasaan. Dan itu bukan solusi.
Akan tetapi, ketulusan akan menjadi dasar yang baik bagi rasa cinta. Jangan sampai rasa cinta itu didasari oleh pengalihan dari luka.
5. Cinta Bisa Membuat Seseorang Menjadi Bodoh
Saat jatuh cinta, logika di otak cenderung mengalami kelemahan. Itulah mengapa banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta.
Ya, cinta itu buta. Ketika orang yang kita cintai melakukan kesalahan terkadang kita tidak rela menegurnya.
Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa apa yang pasangan mereka lakukan selalu benar di mata mereka, padahal itu belum tentu benar. Inilah bukti bahwa logika otak melemah karena cinta.
6. Cinta Saja Tidak Cukup Melanggengkan Hubungan
Banyak orang menganggap hubungan modal cinta saja tidak cukup, dan itu memang benar adanya. Dalam suatu hubungan, ada beberapa hal penting, seperti komunikasi, loyalitas, kepercayaan, dll.
Sehingga dengan dasar cinta saja belum cukup untuk mempertahankan suatu hubungan.
Bisa jadi dua orang saling mencintai, tetapi komunikasi mereka kurang sehingga sering terjadi salah paham.
Atau ada masalah lain seperti keegoisan. Pasangan harus saling mengerti, buka mempertahankan ego satu sama lain.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga tentang kesehatan mental. Jangan sampai cinta membuatmu mengabaikan kesehatan mentalmu. Hargai dirimu, cintai dirimu terlebih dahulu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni