Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Goodbye Dompet, Kini Zamannya E-Wallet, Begini Tanggapan Gen Z Tuban Terkait QRIS

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 21 April 2025 | 00:11 WIB
Penggunaan dompet yang mulai digeser e-Wallet karena lebih praktis.
Penggunaan dompet yang mulai digeser e-Wallet karena lebih praktis.

RADARTUBAN – Di tengah derasnya arus digitalisasi, e-wallet atau dompet digital kini semakin akrab di genggaman, terutama di kalangan generasi muda.

Cukup satu sentuhan di layar ponsel, berbagai kebutuhan bisa terpenuhi—dari membeli makanan, membayar transportasi, hingga top up game favorit.

Kepraktisan ini menjadi alasan utama mengapa banyak orang mulai meninggalkan uang tunai dan dompet konvensional.

Jika dulu dompet menjadi barang yang wajib dibawa, kini ponsel pintar mulai mengambil alih peran tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jawa Pos Radar Tuban terhadap 100 pelajar SMA rentang usia 16 hingga 18 tahun: sebanyak 88,3 persen responden mengakui smartphone jauh lebih penting daripada dompet saat keluar rumah.

Sisanya, hanya 11,7 persen yang masih setia dan menyatakan dompet masih sebagai prioritas utama.

Alasan utama mengapa ponsel lebih dipilih adalah karena perangkat ini sudah jadi paket all in one—artinya, semua dalam satu.

Hampir seluruh pembayaran kini bisa dilakukan melalui ponsel. Baik Qris ataupun fitur pembayaran cashless lainnya.

Kepraktisan ponsel sebagai barang bawaan semakin terasa saat responden dihadapkan pada pilihan untuk kembali ke rumah jika ponsel tertinggal. Hasilnya, 76,3 persen dari mereka mengaku rela putar balik demi mengambil ponsel yang tertinggal.

Sisanya, 23,7 persen merasa cukup aman melanjutkan aktivitas hanya dengan membawa dompet, karena mereka merasa bisa bertransaksi dengan cara konvensional.

Salah satu responden, Salma Gita, menjelaskan bahwa ponsel sudah menjadi kebutuhan utama yang tidak bisa ditinggalkan.

“HP kan bisa all-in, jadi wajib dibawa. Bisa telepon saat darurat, pesan kendaraan, bahkan bayar pun bisa dari HP,” ujar Salma.

Serly, pelajar lainnya, juga merasa tidak lengkap jika tidak membawa ponsel saat bepergian. Selain untuk alat pembayaran, ponsel juga bisa menyimpan dokumen lain yang dirasa penting.

Seperti kartu identitas atau surat izin mengemudi (SIM) elektronik. “Pokoknya kalau nggak bawa HP tuh rasanya aneh, kayak ada yang kurang. Biasanya langsung balik ambil,” katanya.

Fenomena ini menggambarkan pergeseran gaya hidup generasi Z yang semakin bergantung pada teknologi digital.

Kepraktisan, efisiensi, dan keamanan menjadi pertimbangan utama, dengan smartphone kini berperan sebagai ‘dompet baru’ yang multifungsi.

Kemudahan yang ditawarkan e-wallet memang menggoda. Segala transaksi bisa dilakukan dengan cepat, tanpa harus repot membawa uang kertas atau mencari kembalian.

Apalagi, sebagian besar layanan e-wallet kini terintegrasi dengan banyak fitur—mulai dari pembayaran, pemesanan tiket, donasi, hingga pembelian pulsa.

Tak heran jika smartphone kini disebut-sebut sebagai “dompet baru”.

Ditambah lagi, e-wallet sering menghadirkan berbagai promo menarik. Diskon, cashback, hingga poin reward membuat pengguna merasa lebih hemat, terutama bagi pelajar dan anak muda yang gemar berburu promo.

Selain itu, semua transaksi tercatat otomatis, sehingga lebih mudah untuk memantau pengeluaran.

Namun, di balik segala kelebihannya, e-wallet tetap punya sisi minus. Ketergantungan pada internet dan daya ponsel menjadi tantangan tersendiri.

Saat sinyal buruk atau baterai habis, pengguna bisa kesulitan melakukan transaksi.

Belum lagi risiko keamanan digital. Jika lengah, akun bisa dibobol melalui tautan palsu atau pencurian data pribadi.

Selain itu, tidak semua tempat menerima pembayaran digital. Beberapa warung atau toko kecil masih mengandalkan uang tunai.

Dan meskipun transaksi digital terasa ringan, justru kemudahan ini bisa mendorong kebiasaan konsumtif.

Tanpa sadar, promo dan kemudahan klik bisa membuat pengeluaran membengkak.

E-wallet juga terkadang membebankan biaya admin, terutama saat transfer antar akun atau tarik saldo ke rekening bank.

Hal-hal kecil seperti ini perlu jadi pertimbangan sebelum sepenuhnya mengandalkan dompet digital.

Pada akhirnya, e-wallet adalah inovasi yang membawa banyak kemudahan, tapi tetap perlu digunakan dengan bijak.

Seperti kata pepatah lama yang masih relevan di era digital: segala sesuatu yang berlebihan, tetap tidak baik. (saf/yud)

Saat Bepergian, Penting Mana?
- 88,3 persen pilih penting smartphone
- 11,7 persen pilih penting dompet

Kelebihan (+)
1. Praktis dan Cepat
Transaksi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik di ponsel. Tidak perlu bawa uang tunai atau repot hitung kembalian.

2. Multifungsi
Bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan: belanja online/offline, bayar tagihan, beli pulsa, tiket transportasi, hingga donasi.

3. Aman dari Uang Palsu atau Kehilangan Tunai
Karena semua transaksi tercatat digital, risiko tertipu uang palsu atau kehilangan dompet berisi uang fisik bisa ditekan.

4. Banyak Promo dan Cashback
Layanan e-wallet sering kasih diskon, cashback, atau reward poin yang menarik, apalagi buat pelajar atau anak muda yang hemat.

5. Pencatatan Keuangan Lebih Mudah
Transaksi otomatis tercatat, jadi lebih gampang melacak pengeluaran dibanding uang tunai yang kadang “menghilang” begitu saja.

Kekurangan (-)
1. Ketergantungan pada Internet dan Baterai HP
Kalau sinyal jelek atau HP lowbat, bisa gagal transaksi. Ini bikin repot saat darurat atau di daerah yang koneksi internetnya lemah.

2. Risiko Keamanan Data dan Penipuan Digital
Kalau tidak hati-hati, akun bisa dibobol lewat phishing, tautan palsu, atau bocornya data pribadi.

3. Tidak Semua Tempat Menerima E-Wallet
Meski makin banyak digunakan, tetap ada tempat atau warung kecil yang belum punya QR Code atau alat pembaca e-wallet.

4. Bisa Memicu Kebiasaan Boros
Karena mudahnya transaksi, kadang orang jadi lebih konsumtif. Apalagi kalau tergoda promo yang terus-menerus muncul.

5. Ada Biaya Administrasi Tertentu
Beberapa layanan mengenakan biaya saat transfer antar akun, isi saldo, atau tarik tunai ke rekening bank.

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #qris #smartphone #dompet #ponsel