RADARTUBAN - Musim hujan dapat menyebabkan kondisi rumah menjadi lembap, dan hal ini patut diwaspadai. Apa saja tanda-tanda rumah yang lembap?
Kelembapan di dalam rumah bukanlah hal yang bisa diabaikan. Dalam kondisi seperti ini, bakteri dan jamur memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang.
Lingkungan rumah yang lembap berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari alergi hingga infeksi, akibat cuaca yang tidak kering di dalam ruangan.
Selain membahayakan kesehatan, kelembapan berlebih di dalam rumah juga bisa merusak struktur bangunan.
Ironisnya, banyak orang tidak menyadari seberapa tinggi tingkat kelembapan yang ada di rumah mereka.
Agar lebih berhati-hati, perhatikan beberapa ciri rumah lembap berikut ini, melansir homes and gardens, Jum'at (25/4).
1. Kondensasi
Salah satu indikasi rumah yang lembap adalah munculnya kondensasi di jendela.
Tetesan air ini terbentuk akibat pertemuan antara udara hangat dan lembap dari dalam ruangan dengan permukaan kaca yang dingin karena suhu luar.
Sebenarnya, kondensasi menunjukkan bahwa jendela bekerja dengan baik dalam menjaga suhu dalam ruangan.
Untuk mengurangi kondensasi, penting menjaga sirkulasi udara tetap lancar dengan bantuan kipas angin atau membuka jendela. Penggunaan dehumidifier juga efektif untuk mengatasi masalah ini.
2. Pertumbuhan Jamur
Jamur berwarna hitam bisa merusak permukaan, menimbulkan aroma tidak sedap, dan memicu alergi.
Kehadiran jamur biasanya menjadi tanda bahwa tingkat kelembapan di rumah cukup tinggi.
Jamur serta lumut cenderung tumbuh ketika kelembapan terperangkap pada permukaan, terutama di area yang kurang ventilasi seperti kamar mandi atau di balik lemari dan furnitur.
Untuk mengatasinya, campuran cuka dan air bisa digunakan sebagai solusi alami.
Masukkan larutan ini ke dalam botol semprot, aplikasikan langsung ke area berjamur, lalu bilas dengan air panas.
3. Bau Apek
Bau apek sering kali menjadi indikator adanya penumpukan udara lembap, jamur, atau lumut.
Kelembapan yang berlebihan yang terperangkap pada permukaan berpori seperti karpet, dinding, dan kayu dapat merangsang pertumbuhan bakteri, yang kemudian melepaskan senyawa organik yang mudah menguap, menyebabkan bau tidak sedap.
4. Cat Dinding Mengelupas
Kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan udara lembap menembus dinding dan langit-langit, mengurangi daya rekat cat.
Seiring waktu, kondisi ini dapat membuat cat dinding menggelembung dan mulai mengelupas.
5. Lantai Kayu Melengkung
Kelembapan udara dapat diserap oleh lantai kayu karena sifatnya yang higroskopis, membuat kayu menyerap kelembapan dari udara.
Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan kayu membengkak, melengkung, atau bahkan membusuk. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni