RADARTUBAN – Segelas espresso di pagi hari tak sekadar ritual bagi pencinta kopi, tetapi juga penyuntik semangat untuk memulai aktivitas.
Meski menggunakan biji kopi yang sama seperti seduhan kopi biasa, espresso memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam cara penyajiannya.
Espresso dibuat dengan menggiling biji kopi hingga sangat halus, lalu diseduh menggunakan air panas bertekanan tinggi.
Metode ini menghasilkan minuman berkafein dengan cita rasa yang lebih pekat, kuat, dan padat, menjadikannya favorit bagi mereka yang menginginkan dorongan energi instan.
Mengutip thelist.com, espresso ternyata menyimpan berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam batas wajar.
Baca Juga: Lebih Dari Sekadar Teh, Matcha Bisa Jadi Pengganti Kopi, Begini Kata Gen Z di Tuban
Kandungan kafein dalam espresso bekerja cepat merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, serta memberikan lonjakan energi.
Dengan konsumsi sekitar 300 miligram kafein—setara 4,5 ons espresso—seseorang bisa merasakan peningkatan fokus dan ketajaman mental.
Namun, konsumsi berlebihan justru dapat memberikan efek sebaliknya, seperti gangguan tidur, kegelisahan, hingga lonjakan tekanan darah.
Salah satu manfaat menarik dari espresso adalah kemampuannya mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Sebuah studi menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kopi secara bertahap dapat menurunkan risiko penyakit ini hingga 11 persen.
Sebaliknya, pengurangan konsumsi justru dapat meningkatkan risikonya sebesar 17 persen.
Espresso juga diyakini mampu memperkuat daya ingat jangka panjang.
Kafein berperan penting dalam proses konsolidasi memori, yakni penguatan ingatan setelah diperoleh hingga siap diingat kembali.
Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan bahwa konsumsi kafein dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.
Tak hanya itu, riset dari Jerman menemukan bahwa konsumsi espresso secara rutin dapat menurunkan risiko serangan jantung.
Namun, tetap disarankan untuk membatasi asupan agar tidak berujung pada hipertensi.
Espresso juga dikaitkan dengan pencegahan depresi.
Baca Juga: Membanggakan! Tiga Kopi Khas Indonesia Jadi Kopi Terbaik Dunia 2025
Kandungan antioksidan dalam kopi diketahui mampu mengurangi peradangan pada otak, yang menjadi salah satu pemicu munculnya gangguan suasana hati.
Dengan catatan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, espresso bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, mendukung kesehatan fisik maupun mental. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama