Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Kucing Oren Selalu Jantan? Begini Sejarah dan Penjelasan Peneliti

Bihan Mokodompit • Rabu, 21 Mei 2025 | 13:49 WIB

Penjelasan tentang benarkan kucing oren selalu jantan.
Penjelasan tentang benarkan kucing oren selalu jantan.

RADARTUBAN – Setelah puluhan tahun menjadi misteri dalam dunia sains, rahasia genetik di balik warna bulu kucing oranye akhirnya terpecahkan.

Tim ilmuwan dari Universitas Kyushu di Jepang dan Universitas Stanford di Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi bagian DNA yang hilang dan menjadi kunci munculnya warna jingga khas pada kucing oranye.

Penemuan ini menjadi terobosan penting, tidak hanya bagi dunia akademis, tetapi juga bagi komunitas pecinta kucing di seluruh dunia.

Gen ARHGAP36: Rahasia Warna Jingga pada Kucing Oranye

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menemukan bahwa gen ARHGAP36, yang diketahui memengaruhi warna kulit, rambut, dan mata, bekerja lebih aktif pada kucing oranye.

Aktivitas gen ini meningkat karena adanya bagian DNA yang hilang, yang seharusnya berfungsi menekan produksi pigmen warna.

Akibatnya, gen ini memproduksi pigmen jingga secara dominan—terutama pada kucing jantan. Hal ini berkaitan erat dengan keberadaan gen tersebut di kromosom X.

Kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sehingga jika kromosom X mereka kehilangan bagian penghambat itu, maka warna oranye langsung muncul.

Sebaliknya, kucing betina memiliki dua kromosom X.

Agar bulunya sepenuhnya berwarna jingga, kedua kromosom X-nya harus mengalami kehilangan bagian penghambat tersebut.

Inilah alasan mengapa kucing betina lebih sering memiliki pola bulu bercorak campuran.

Kenapa Kucing Betina Punya Corak Bercak? Ini Penjelasan Genetiknya

Profesor Hiroyuki Sasaki dari Universitas Kyushu menjelaskan bahwa pola bercak merah dan hitam pada kucing betina terbentuk akibat proses X-chromosome inactivation (penonaktifan salah satu kromosom X) yang terjadi secara acak saat perkembangan awal embrio.

"Ketika satu kromosom X dimatikan secara acak di setiap sel, dan sel tersebut membelah, muncullah area dengan gen warna bulu yang berbeda-beda. Hasilnya adalah pola bercak yang unik pada setiap kucing," jelas Prof Sasaki.

Menariknya, penelitian ini adalah proyek pribadi Prof Sasaki, yang tetap aktif meneliti meski sudah pensiun.

Dia mendapatkan dukungan luas, termasuk dari anak-anak sekolah yang menyumbangkan uang saku mereka.

Total dana yang terkumpul mencapai 10,6 juta yen atau sekitar Rp1,2 miliar.

Kucing Oranye: Ramah, Ekstrover, dan Berasal dari Viking?

Ahli biologi dan perilaku kucing asal Inggris, Roger Tabor, menyebutkan bahwa kucing jantan berwarna oranye memiliki perilaku khas yang membuat mereka dijuluki “kucing tetangga klasik”.

Menurut Tabor, karakter kucing oranye bisa jadi berkaitan dengan garis keturunan dari kucing Viking.

Dia juga menjelaskan bahwa pewarisan gen oranye mengikuti aturan sederhana: kucing jantan cukup mewarisi satu gen oranye dari induknya, sementara kucing betina harus mewarisi dua.

Fakta menarik lainnya, kucing jantan berwarna oranye cenderung bertubuh lebih besar dibanding kucing dengan warna lain.

“Mereka umumnya lebih berat, lebih tinggi, dan lebih lebar dibanding kucing rumahan biasa, kecuali ras Maine Coon asal Amerika Utara,” tambahnya.

Warna Bulu, Gen, dan Kepribadian: Adakah Kaitan?

Peneliti juga mencatat bahwa gen ARHGAP36 aktif tidak hanya di kulit, tetapi juga di otak dan kelenjar hormon. Ini membuka kemungkinan bahwa gen tersebut turut memengaruhi kesehatan dan kepribadian kucing.

“Banyak pemilik kucing percaya bahwa warna dan pola bulu berkaitan dengan sifat atau temperamen kucing. Meskipun belum ada bukti ilmiah, ini adalah topik menarik yang ingin saya teliti lebih lanjut,” ujar Prof Sasaki.

Temuan ini membuka peluang penelitian lanjutan, termasuk menjawab pertanyaan populer:

Apakah kucing oranye benar-benar lebih agresif dan percaya diri karena faktor genetik? Jawabannya mungkin akan ditemukan dalam studi-studi berikutnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#peneliti #jantan #oranye #kucing oren