RADARTUBAN - Perawatan wajah melalui skincare telah menjadi kebutuhan yang sangat penting seiring bertambahnya usia.
Keberadaan skincare dirasa semakin krusial karena fluktuasi cuaca di Indonesia.
Situasi ini mengharuskan individu untuk cermat dalam memilih produk skincare yang cocok dengan jenis kulit mereka.
Saat ini, ada berbagai macam produk skincare yang tersedia, baik dari merek lokal maupun internasional.
Semua produk menjanjikan keunggulan melalui formulasi yang efektif sebagai dukungan untuk perawatan kecantikan dan estetika agar penampilan tampak lebih menawan.
Banyak orang yang kemudian tergoda untuk membeli produk skincare baru, terutama karena harga yang terjangkau.
Sebagian orang merasa penasaran dengan berbagai produk skincare, sehingga tidak segan untuk mengganti produk yang digunakan dalam perawatan kulit.
Namun, apakah aman jika kita sering berganti-ganti skincare?
Dokter kulit dan juga edukator skincare, dr. Putri Yuliani mengatakan bahwa tidak masalah untuk mengubah produk perawatan kulit.
Terutama yang termasuk dalam kelompok skincare dasar yang secara rutin digunakan untuk menjaga kesehatan kulit.
Namun, proses mengganti skincare harus dilakukan dengan hati-hati. Harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa serta-merta mengganti semua produk skincare dasar.
"Tapi penggantiannya tidak boleh asal. Pertama, perlu adaptasi, tidak boleh langsung semuanya," lanjutnya.
Misalnya, kamu bisa mulai dengan mengganti sunscreen, dan tidak disarankan untuk segera mengubah produk dasar lainnya seperti serum, toner, atau pelembap.
Lakukan pergantian secara bertahap, misalnya jika kamu mengganti sunscreen, maka fokuslah pada penggantian sunscreen saja," tambahnya.
Jika sebuah produk memang sesuai dengan kulit, maka penggunaan skincare itu bisa dilanjutkan.
Namun, jika keadaan berlawanan terjadi, maka pemakaian produk perawatan kulit yang baru harus dihentikan agar tidak menimbulkan masalah baru.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna skincare untuk memahami efek dari penggunaan produk sebelum memutuskan untuk menggantinya.
Di pihak lain, perawatan kulit yang menekankan aspek keberlanjutan diprediksi akan menjadi tren di industri kecantikan dalam tiga tahun mendatang.
Untuk mendukung hal ini, bahan-bahan alami dan herbal dari Indonesia dianggap memiliki potensi sebagai komponen produk kecantikan yang berkelanjutan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama