RADARTUBAN - Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi di media digital membuat masyarakat, terutama generasi muda, semakin mudah mengakses beragam informasi kecantikan.
Hal ini mendorong banyak remaja Gen Z tak hanya menggunakan produk skincare dan make up, tetapi juga rutin menjalani berbagai perawatan kecantikan.
Tidak sedikit dari mereka yang sejak usia belia sudah mencoba prosedur seperti filler bibir, botox, bahkan operasi kecantikan.
Kebiasaan ini membuat penampilan sebagian Gen Z terlihat setara atau bahkan lebih dewasa dibandingkan generasi milenial.
Fenomena ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, dan banyak yang mengamini anggapan tersebut.
Dilansir dari laman Wolipop, dokter kulit asal Amerika Serikat, Dr. Sophie Shotter, menilai penggunaan produk dan prosedur kecantikan yang berlebihan sejak usia muda justru berisiko membuat tampilan wajah kurang natural.
Banyak remaja menjalani perawatan yang sebenarnya belum dibutuhkan kulit mereka.
Kecenderungan mengikuti tren dan standar kecantikan yang viral di media sosial, terutama yang dipopulerkan selebritas, membuat generasi ini terpengaruh tanpa arahan medis yang tepat.
Mereka cenderung meniru apa yang dilihat, bukan berdasarkan kebutuhan kulit.
Dokter kecantikan dari salah satu klinik di Tuban, Febilya Kusumaningtyas, menyebut bahwa gaya hidup juga turut memengaruhi penampilan Gen Z yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Konsumsi makanan cepat saji, misalnya, menjadi faktor yang mempercepat penuaan dini.
Menurutnya, banyak dari mereka menolak makanan sehat rumahan dan lebih memilih junk food yang kandungan gizinya diragukan.
Dia menambahkan, tekanan sosial juga berkontribusi besar. Gen Z merasa perlu tampil sempurna setiap saat, baik saat kuliah, bekerja, maupun sekadar hang out bersama teman.
Kewajiban tampil on point dengan riasan dan gaya busana tertentu menjadi beban tersendiri yang memicu stres dan memperkuat kesan dewasa.
Tak hanya itu, obsesi terhadap kulit putih turut mendorong sebagian dari mereka menggunakan produk pemutih instan, bahkan yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri.
"Gen Z juga banyak yang tergoda mengonsumsi minuman pemutih atau memakai krim tanpa memeriksa keamanannya,” ujar dr. Febilya.
Serly Diah, 23, salah satu anggota Gen Z, mengakui bahwa banyak teman sebayanya tampak lebih tua.
Dia menduga gaya berpakaian dan penggunaan make up menjadi penyebab utama.
“Kalau dulu, orang lebih memilih pakaian yang nyaman, sekarang lebih mengikuti tren,” ujarnya.
Senada dengan itu, Khoirun Nisa, 30, seorang milenial, menilai bahwa Gen Z saat ini justru terlihat seperti mereka yang berada di awal usia 30-an.
"Anak SMP pun sekarang banyak yang sudah tampak seperti umur 20-an,” ucapnya.
Berbagai faktor seperti penggunaan skincare yang kurang tepat, tren kecantikan ekstrem, pola makan tidak sehat, hingga tekanan sosial dan lingkungan, tampaknya menjadi benang merah mengapa sebagian Gen Z tampak lebih dewasa dari usia mereka yang sebenarnya. (saf/yud)
Yang Bikin Gen Z Tampak Lebih Tua:
• Penggunaan Skincare yang Tidak Sesuai Usia
Banyak remaja Gen Z mulai memakai produk-produk anti-aging atau perawatan kulit intensif yang sebenarnya belum dibutuhkan oleh kulit muda mereka, sehingga hasilnya justru membuat tampilan wajah terlihat lebih dewasa atau kurang natural.
• Perawatan Kecantikan Semi Permanen
Treatment seperti filler, botox, hingga operasi plastik sudah mulai dijalani oleh sebagian Gen Z sejak usia muda. Prosedur ini mengubah struktur wajah secara signifikan dan menciptakan kesan dewasa.
• Pengaruh Tren dan Standar Kecantikan di Media Sosial
Gen Z sering terpapar tren kecantikan dari selebriti dan influencer. Banyak yang mengikuti tren make up tebal, kontur wajah, atau gaya fashion dewasa yang tidak mencerminkan usia mereka sebenarnya.
• Pola Makan Tidak Sehat
Kebiasaan mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji yang rendah gizi turut mempercepat proses penuaan dan memicu masalah kulit seperti jerawat dan kusam.
• Tekanan Sosial dan Tuntutan Lingkungan
Tuntutan untuk selalu tampil sempurna dan “on point” dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kuliah atau sekadar nongkrong, membuat Gen Z merasa harus tampil dewasa setiap saat.
• Stres dan Gaya Hidup Modern
Stres akibat tekanan akademik, pekerjaan, serta ekspektasi sosial di era digital dapat mempercepat penuaan secara fisik dan emosional.
• Obsesi terhadap Kulit Putih dan Tubuh Ideal
Keinginan memiliki kulit putih dan bentuk tubuh sesuai standar tertentu membuat sebagian
Gen Z menggunakan produk pemutih atau suplemen instan yang tidak selalu aman, yang berisiko merusak kulit dalam jangka panjang.
Yang Harus Dilakukan Agar Awet Muda:
• Konsumsi Makanan Sehat
Pilih makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan, sayuran hijau, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh.
• Perbanyak Minum Air Putih
Air menjaga kelembapan kulit dan membantu proses detoksifikasi alami tubuh.
• Rutin Berolahraga
Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda secara teratur untuk menjaga kebugaran dan sirkulasi darah.
• Cukup Tidur
Tidur selama 7–8 jam per malam membantu regenerasi sel dan menjaga tampilan kulit tetap segar.
• Kelola Stres dengan Baik
Hindari stres berlebih dengan teknik relaksasi seperti meditasi, beribadah, journaling, atau melakukan aktivitas yang disukai.
• Gunakan Skincare yang Tepat
Pilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan usia dan jenis kulit. Jangan lupa menggunakan sunscreen setiap hari untuk melindungi dari paparan sinar UV.
• Hindari Rokok dan Alkohol
Rokok dan alkohol mempercepat kerusakan sel dan elastisitas kulit, yang membuat wajah cepat menua.
• Aktif secara Mental dan Sosial
Menjaga hubungan sosial yang baik, menjalani hobi, dan terus belajar hal baru membantu menjaga semangat dan pikiran tetap muda.