RADARTUBAN - Segelas teh hangat sering kali jadi teman setia di pagi hari, saat bersantai, atau kala berbincang bersama orang terdekat.
Tapi tahukah kamu? Teh bukan sekadar minuman biasa. Di balik rasanya yang menenangkan, teh menyimpan sejarah panjang dan manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Sudah ada sejak 2737 SM di Tiongkok, teh kini menjadi minuman paling populer di dunia. Semua jenis teh sejatinya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis.
Perbedaan rasa, warna, dan aroma muncul dari cara pengolahannya. Umumnya, hanya dua sampai tiga pucuk daun teratas dan batang muda yang dipetik untuk diolah menjadi teh dengan berbagai varian.
Menurut jurnal Sifat Antioksidatif Ekstrak Teh oleh Leita dkk. (2013), teh mengandung senyawa bioaktif bernama polifenol, terutama flavonoid.
Flavonoid ini dikenal sebagai antioksidan kuat yang mampu menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan sel kanker, memperkuat dinding pembuluh darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Setiap jenis teh memiliki keunikan tersendiri. Teh hijau, misalnya, terkenal akan kandungan antioksidannya yang tinggi.
Teh ini diolah dengan mengaktifkan enzim fenolase dari daun segar, menghasilkan warna hijau cerah dan rasa yang lembut.
Teh hijau juga diyakini ampuh mencegah osteoporosis dan menjaga metabolisme tubuh.
Lain lagi dengan teh putih. Jenis ini tidak melalui proses fermentasi, melainkan hanya dikeringkan dan diuapkan dalam waktu singkat.
Hasilnya adalah teh dengan warna pucat, rasa yang ringan, dan manfaat besar untuk menjaga elastisitas kulit dan memperlambat penuaan dini.
Sementara itu, teh hitam melalui proses fermentasi penuh, mulai dari pelayuan hingga pengeringan.
Warna daunnya berubah menjadi gelap dan rasanya lebih kuat. Teh hitam kerap dipilih untuk meningkatkan energi dan membantu fokus, cocok untuk dinikmati saat bekerja atau belajar.
Ada pula teh oolong, perpaduan antara teh hijau dan teh hitam. Setelah digulung, daun teh segera dipanaskan untuk menghentikan oksidasi.
Hasilnya adalah teh dengan aroma kompleks dan rasa yang khas. Banyak orang percaya teh ini bisa membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah.
Bagi kamu yang suka rasa manis alami atau ingin teh bebas kafein, teh herbal bisa jadi pilihan.
Berbeda dari jenis teh lainnya, teh herbal tidak berasal dari daun Camellia sinensis, melainkan dari campuran bunga, rempah, buah, atau tanaman herbal lainnya seperti chamomile, jahe, atau rosella. Teh ini cocok diminum untuk relaksasi, terutama menjelang tidur.
Ada juga teh pu’er, jenis teh fermentasi yang unik. Proses penyimpanannya dilakukan di tempat hangat dan lembab untuk menciptakan rasa dan aroma yang kuat.
Teh ini biasanya digemari oleh pecinta teh sejati karena karakter rasanya yang dalam dan dipercaya baik untuk pencernaan.
Dan jangan lupakan teh kombucha—minuman hasil fermentasi teh hitam atau hijau, gula, dan kultur bakteri bernama SCOBY.
Rasanya sedikit asam dan menyegarkan, dengan kandungan probiotik yang baik bagi sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.
Dari yang lembut hingga yang pekat, dari yang klasik hingga kekinian, ragam teh yang ada di dunia ini tidak hanya menyenangkan lidah, tapi juga menyehatkan tubuh.
Jadi, mana jenis teh yang paling cocok dengan kepribadianmu? (saf/yud)
Jenis-Jenis Teh Populer
- Teh Hijau
Diproses dengan cara mengaktifkan enzim fenolase pada pucuk daun teh segar. Warnanya cenderung hijau cerah dengan rasa yang ringan. Teh ini kaya antioksidan dan dipercaya mampu menjaga kepadatan tulang.
- Teh Putih
Tidak mengalami fermentasi. Daun teh hanya dikeringkan dan diuapkan dalam waktu singkat. Warnanya lebih pucat dan rasanya sangat halus. Cocok untuk menjaga kesehatan kulit dan memperlambat penuaan.
- Teh Hitam
Melalui proses fermentasi penuh, termasuk pelayuan, penggulungan, oksidasi, dan pengeringan. Warna daun menjadi hitam pekat dengan rasa yang kuat dan kaya. Teh ini juga bermanfaat untuk meningkatkan energi.
- Teh Oolong
Prosesnya berada di antara teh hijau dan teh hitam. Setelah digulung, daun segera dipanaskan untuk menghentikan oksidasi. Rasa teh oolong lebih kompleks dan aromatik. Diyakini dapat membantu mengontrol kolesterol.
- Teh Herbal
Tidak berasal dari daun Camellia sinensis. Dibuat dari campuran buah, rempah, bunga, atau tanaman herbal lain. Contohnya seperti teh chamomile, jahe, atau rosella. Cocok diminum sebelum tidur atau untuk relaksasi.
- Teh Pu’er
Jenis teh fermentasi yang disimpan di tempat hangat dan lembab untuk memunculkan rasa dan aroma khas. Warna dan cita rasanya cenderung pekat. Teh ini sering dinikmati karena diyakini membantu pencernaan.
- Teh Kombucha
Minuman hasil fermentasi teh hitam atau hijau, gula, dan kultur bakteri yang disebut SCOBY. Menghasilkan rasa asam-manis yang khas, serta mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus.
Fakta Menarik
- Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Teh pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar tahun 2737 SM oleh Kaisar Shen Nong. Daun teh konon jatuh ke dalam air panas yang sedang direbus dan mengeluarkan aroma harum.
- Minuman Tertua di Dunia
Teh adalah salah satu minuman tertua yang dikonsumsi manusia setelah air. Lebih tua dari kopi dan soda.
- Semua Teh Berasal dari Satu Tanaman
Teh hitam, hijau, putih, oolong, dan pu-erh semuanya berasal dari tanaman Camellia sinensis. Yang membedakan hanyalah proses pengolahannya.
- Ada Teh yang Dimasak Seperti Makanan
Di Tibet, teh mentega yang dimasak dengan garam dan mentega. Rasanya gurih seperti kaldu!
- Jadi Simbol Keramahan
Di banyak negara seperti Jepang, Maroko, dan Inggris, menyajikan teh adalah bentuk penghormatan dan keramahan kepada tamu.
- Upacara Teh di Jepang Punya Aturan Ketat
Disebut chanoyu, upacara ini sangat ritualistik, mengedepankan estetika, kedamaian, dan kebersihan.
- Mengandung L-Theanine
Kandungan ini bisa meningkatkan fokus dan ketenangan secara bersamaan. Makanya banyak yang minum teh untuk meditasi atau belajar.
- Antioksidan Kuat
Teh hijau mengandung katekin tinggi, yang membantu melawan radikal bebas dan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.
- Minuman Paling Banyak Dikonsumsi Kedua di Dunia
Setelah air, teh adalah minuman paling populer secara global—bahkan lebih populer dari kopi!
- India dan Tiongkok adalah Raja Teh Dunia
Keduanya memimpin dunia dalam produksi dan konsumsi teh.
- Ada Teh Berharga Ratusan Juta Rupiah
Teh Da Hong Pao (Tiongkok) merupakan salah satu teh termahal di dunia, bisa mencapai harga lebih dari Rp 400 juta per kilogram!
- Ada Teh Biru!
Teh biru dari bunga telang (butterfly pea) bisa berubah warna jadi ungu jika ditetesi air jeruk.
Editor : Yudha Satria Aditama