Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kopi Jahe: Minuman Tradisional Betawi Kaya Rempah dan Sejarah

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 10 Juni 2025 | 15:31 WIB

Ilustrasi kopi jahe khas Betawi punya sejarah panjang sejak abad ke-18. Racikan hangat ini dulunya disajikan saat acara penting dan dihormati warga.
Ilustrasi kopi jahe khas Betawi punya sejarah panjang sejak abad ke-18. Racikan hangat ini dulunya disajikan saat acara penting dan dihormati warga.

RADAR TUBAN – Selain bir pletok yang telah lebih dulu populer, masyarakat Betawi juga memiliki minuman tradisional khas lain yang tak kalah nikmat dan bersejarah, yaitu kopi jahe.

Konon, minuman ini sudah dikenal sejak tahun 1700-an dan menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai perayaan adat Betawi.

Menurut cerita yang beredar, kopi jahe Betawi tercipta dari percampuran rempah-rempah yang dibawa oleh para pedagang.

Mereka datang menggunakan perahu sederhana dan rakit, menyusuri aliran Kali Cisadane hingga akhirnya menetap di sekitar Kali Angke.

Baca Juga: Minum Kopi Bisa Bantu Wanita Tetap Sehat Saat Menua, Ini Alasannya

Masyarakat di kawasan ini dikenal religius dan memiliki tradisi kuat dalam menggelar berbagai acara keagamaan, seperti khitanan, pernikahan, Maulid Nabi, Isra Mikraj, hingga syukuran khatam Alquran.

Dalam setiap perayaan tersebut, sajian makanan dan minuman khas selalu hadir—dan kopi jahe menjadi salah satu hidangan yang paling diminati.

Menariknya, orang Betawi zaman dulu menyebut kopi jahe dengan nama zanzabil, sedangkan kopi biasa dikenal sebagai gahwa.

Nama-nama ini muncul sebagai pengaruh dari budaya Arab dan Barat (seperti Portugal) yang turut memperkenalkan tradisi minum kopi.

Cita rasa kopi yang pahit kemudian dipadukan dengan berbagai rempah oleh masyarakat lokal untuk mengurangi rasa getirnya.

Inilah cikal bakal racikan kopi jahe Betawi. Minuman ini biasanya diracik dari jahe merah, cengkih, kapulaga, kayu manis, daun pandan, dan disempurnakan dengan susu kental manis atau gula pasir.

Pada masa lampau, kopi jahe termasuk minuman istimewa yang hanya disajikan pada acara besar.

Warga Betawi keturunan Arab, terutama dari kawasan Pekojan, sering kali menyajikannya sebagai pelengkap hidangan khas seperti nasi kebuli.

Tak hanya sekadar minuman, kopi jahe juga diyakini memberikan efek hangat bagi tubuh berkat kandungan rempah-rempahnya.

Tak heran jika minuman ini juga kerap dihidangkan dalam acara malam hari, menambah kehangatan suasana sambil menjaga stamina tubuh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#maulid nabi #betawi #arab #kopi jahe #rempah-rempah #barat #tradisi #alquran