RADARTUBAN - Pernikahan seharusnya jadi momen bahagia seumur hidup.
Tapi bagi Tania Nastika, 24, warga Surabaya, hari spesial itu nyaris berubah jadi mimpi buruk karena ditipu oleh wedding organizer (WO) yang ia temukan di media sosial.
Tania mengalami kerugian hingga Rp 74,7 juta setelah WO bernama Assyifa Enterprise gagal menunaikan kewajibannya sehari sebelum acara berlangsung.
Kasus ini kini sedang ditangani Polsek Wonokromo dan pemilik WO telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kejadian ini jadi alarm keras bagi para calon pengantin untuk lebih berhati-hati memilih jasa WO.
Berikut ini beberapa tips penting agar Anda tidak menjadi korban penipuan serupa:
1. Jangan Tergiur Harga Murah dan Promosi Mewah
WO gadungan sering memancing calon pengantin dengan harga paket all-in yang terlalu murah.
Ingat, harga tidak pernah bohong.
Bandingkan harga di pasaran dan cek apa benar rincian jasa yang ditawarkan masuk akal.
2. Cek Reputasi di Platform Terpercaya
Jangan hanya terpaku pada akun media sosial mereka. Cek ulasan pelanggan di Google Review, WeddingMarket, Bridestory, atau forum komunitas pernikahan.
Jika tidak ada jejak digital yang kuat, wajib waspada.
3. Pastikan Ada Kantor Fisik & Legalitas Usaha
WO profesional biasanya punya alamat kantor jelas, izin usaha, bahkan NPWP perusahaan.
Bila WO hanya memberikan nomor WhatsApp tanpa domisili resmi, hindari transaksi besar-besaran.
4. Gunakan Sistem Pembayaran Bertahap
Jangan langsung bayar lunas. Idealnya, pembayaran dilakukan secara bertahap dengan kontrak dan bukti kwitansi resmi.
Tania, misalnya, langsung menyetorkan seluruh dana, padahal itu sangat berisiko.
5. Minta Kontrak Kerja yang Rinci
Dokumen tertulis sangat penting. Pastikan ada kontrak kerja yang mencantumkan tanggung jawab, jadwal pembayaran, daftar vendor, hingga solusi jika pihak WO tidak menepati janji.
6. Komunikasi Langsung dengan Vendor
WO profesional biasanya melibatkan klien dalam pemilihan vendor katering, dekorasi, dokumentasi, dan lainnya.
Jika WO melarang Anda kontak langsung ke vendor, bisa jadi itu pertanda ada yang disembunyikan.
7. Waspadai Ketidaksiapan Jelang Hari-H
Tanda bahaya mulai terlihat jika mendekati hari-H WO sulit dihubungi atau tidak transparan soal progres. Dalam kasus Tania, pihak WO tidak membayar vendor sama sekali hingga H-1.
WO memang membantu meringankan beban persiapan pernikahan.
Tapi jika salah pilih, risikonya sangat besar—mulai dari kerugian finansial hingga trauma mental.
Edukasi ini penting, terutama bagi calon pengantin muda yang masih awam. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama