Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perempuan Rela Bayar untuk Pelukan 5 menit dari Pria Guna Hilangkan Stres Ngetren di China

M Robit Bilhaq • Kamis, 12 Juni 2025 | 14:43 WIB
Ilustrasi fenomena Man Mums, perempuan yang rela bayar untuk sebuah pelukan pria
Ilustrasi fenomena Man Mums, perempuan yang rela bayar untuk sebuah pelukan pria

RADARTUBAN - Akhir-akhir ini, media sosial China mendadak ramai setelah adanya sebuah tren unik yang mana tren tersebut melibatkan perempuan.

Banyak dari mereka rela untuk mengeluarkan biaya antara 20 hingga 50 yuan (sekitar Rp 45.000 - 113.000) hanya demi mendapatkan pelukan dari seorang pria selama lima menit.

Fenomena yang terjadi ini dikenal dengan nama man mums. Nama tersebut awalnya digunakan untuk menggambarkan pria berotot seperti halnya atlet gym, namun kini makna dari nama tersebut beralih.

Dalam konteks ini, man mums adalah nama yang merujuk pada pria yang menawarkan pelukan yang hangat dan menenangkan.

Pelukan ini, dipercaya sebagian orang mampu meredakan atau bahkan menangani stres dan tekanan emosional.

Man Mums atau layanan pelukan tersebut dipesan dari aplikasi pesan instan yang kemudian biasanya dilakukan di tempat-tempat umum seperti mal atau stasiun kereta bawah tanah.

Di tengah kesibukan atau bahkan tekanan hidup di zaman sekarang ini, banyak orang, terutama perempuan, rela membayar man mums demi untuk mendapatkan pelukan yang hangat sebagai bentuk pelarian emosional.

Seorang mahasiswi mengungkapkan lewat media sosial dia bersedia untuk mengeluarkan biaya hanya untuk mendapatkan pelukan dari seorang pria yang bersikap lembut dan dapat membuatnya tenang, demi membantunya melewati stres akibat menyusun tesis.

Mahasiswi tersebut juga menyebut bahwa pengalaman dipeluk bisa membuat membuatnya merasa aman, dan menyarankan pelukan selama lima menit di stasiun sebagai cara alternatif untuk merasa lebih baik.

Unggahan itu sontak membuat para pengguna media sosial melihat dan menjadi viral, juga mendapat perhatian luas, unggahan tersebut juga mendapatkan ribuan komentar membahas tren ini.

Banyak perempuan di kota-kota besar turut membagikan kisah mereka mencari kenyamanan melalui pelukan berbayar.

Pria dengan kepribadian yang sopan, tubuh atletis, penampilan yang menarik dan kemampuan untuk membangun komunikasi yang nyaman seringkali menjadi kriteria yang mereka.

Menarik dari fenomena ini adalah tidak hanya pria yang dilirik dalam tren ini.

Banyak perempuan yang memiliki tubuh tinggi dan atletis pun mulai menawarkan layanan tersebut.

Layanan pelukan ini umumnya dilakukan di area publik. Seorang perempuan membagikan pengalamannya dipeluk selama tiga menit oleh seorang man mums setelah perempuan tersebut bekerja lembur selama tiga jam.

Saat itu, pria tersebut menenangkannya dengan tepukan kasih sayang di bahu, sembari perempuan itu curhat tentang kekesalan terhadap atasannya.

Zhou adalah nama dari salah satu penyedia layanan pelukan mengungkapkan bahwa dirinya sudah tiga kali memberikan pelukan. 

Dia merasa bahwa aktivitas yang dilakukannya itu dapat memberikan dorongan terhadap rasa percaya diri serta harga dirinya.

Zhou melihat perannya sebagai bentuk dukungan emosional, terutama untuk mereka mereka yang merasa mendapat tekanan secara psikologis atau mengalami kecemasan mengenai penampilan dan pekerjaan.

Hingga bulan April, Zhou telah melakukan 34 sesi pelukan dan mendapatkan pendapatan sekitar 1.758 yuan atau setara dengan hampir Rp 4 juta.

Dalam hal ini Zhou selalu menjaga penampilan dengan riasan ringan, parfum, dan rambut rapi saat bertemu klien.

Meski demikian, Zhou menegaskan tidak menjadikan aktivitas ini sebagai sumber penghasilannya yang utama.

Menurut Zhou, biaya yang dikenakan berfungsi sebagai batasan emosional antara dirinya dan para klien.

Lebih lanjut, terdapat juga sejumlah perempuan justru merasa lebih aman dan nyaman dengan sistem berbayar tersebut.

Menurutnya, adanya biaya membantu menciptakan batasan yang jelas dan mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#man mums #tren #perempuan #pelukan #China