RADARTUBAN- Di era digital yang semakin maju, transaksi online menjadi hal yang tak terhindarkan. Namun, risiko penipuan dan kebocoran data juga semakin tinggi.
Berikut enam tips aman bertransaksi digital untuk melindungi keuangan dan privasi Anda:
1. Jaga Kerahasiaan Data Keuangan
Jangan bagikan informasi sensitif seperti PIN, CVV, nomor kartu, atau kode OTP kepada siapapun, termasuk melalui pesan teks atau email.
Gunakan PIN yang kuat dan ganti secara berkala.
2. Waspada saat Bertransaksi di ATM, EDC, atau e-Commerce
Pastikan tidak ada orang yang mengintip saat memasukkan PIN di ATM atau mesin EDC.
Hindari mengklik tautan mencurigakan saat belanja online, karena bisa mengandung malware.
Baca Juga: Coinbase Tersandung Kasus Kebocoran Data, Kerugian Capai Rp 6,4 Triliun
3. Hindari WiFi Publik untuk Transaksi Finansial
Jaringan WiFi umum rentan terhadap peretasan. Gunakan koneksi pribadi atau VPN jika harus mengakses akun keuangan di tempat publik.
4. Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Pastikan fitur 3D Secure pada kartu kredit/debit aktif untuk memverifikasi transaksi dengan OTP.
Pilih kartu berchip yang lebih aman dibanding strip magnetik.
5. Perbarui Aplikasi dan Sistem Keamanan
Selalu update aplikasi mobile banking, dompet digital, dan sistem operasi perangkat untuk menutupi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan peretas.
6. Laporkan Transaksi Mencurigakan
Jika menemukan transaksi tidak dikenal, segera hubungi bank melalui saluran resmi. Blokir kartu jika diperlukan untuk mencegah kerugian lebih besar.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda bisa meminimalkan risiko penipuan digital.
Selalu waspada dan gunakan layanan keuangan online dengan bijak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni