Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Air Fryer Tingkatkan Risiko Kanker? Simak Penjelasan Ilmiah dan Cara Memasak Sehatnya

Taufik Qul Khakim • Senin, 16 Juni 2025 | 22:05 WIB
Ilustrasi menggunakan air fryer dengan benar, kurangi akrilamida, dan jaga pola makan sehat
Ilustrasi menggunakan air fryer dengan benar, kurangi akrilamida, dan jaga pola makan sehat

RADARTUBAN- Air fryer kini menjadi perangkat dapur favorit bagi banyak orang yang ingin menikmati makanan garing dengan sedikit atau tanpa minyak.

Namun, di balik popularitasnya, ada kekhawatiran bahwa penggunaan air fryer dapat meningkatkan risiko kanker.

Apakah itu benar? Berikut adalah penjelasan ilmiah serta beberapa tips memasak sehat untuk mengurangi risiko.

Ketika bahan makanan seperti kentang, roti, atau makanan yang kaya pati dipanaskan pada suhu tinggi, senyawa bernama akrilamida dapat terbentuk.

Senyawa ini muncul sebagai hasil reaksi antara gula dan asam amino selama proses pemanasan, terutama ketika suhu melebihi 120°C.

Akrilamida dicurigai memiliki sifat karsinogenik, tetapi senyawa ini tidak hanya terbentuk melalui air fryer, melainkan juga saat memanggang, menggoreng, bahkan membakar makanan.

Meskipun demikian, kadar akrilamida dalam masakan yang dihasilkan oleh air fryer biasanya lebih rendah dibandingkan dengan metode menggoreng menggunakan banyak minyak.

Hal ini disebabkan oleh proses memasak yang dilakukan air fryer yang memanfaatkan sirkulasi udara panas tanpa merendam makanan dalam minyak, yang dapat memicu oksidasi lemak berlebihan.

Air fryer tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan dibandingkan dengan penggorengan secara konvensional.

Jumlah lemak dalam makanan bisa ditekan secara signifikan karena tidak perlu menggunakan banyak minyak.

Selain itu, kalori yang dihasilkan cenderung lebih rendah, sehingga dapat membantu dalam pengaturan berat badan dan menjaga kolesterol tetap seimbang.

Namun, ini tidak berarti bahwa semua makanan yang dimasak dengan air fryer secara otomatis sehat.

Jenis bahan, metode memasak, dan suhu yang digunakan tetap berperan penting dalam menentukan nilai gizi dan potensi risikonya.

Untuk memaksimalkan keuntungan menggunakan air fryer dan mengurangi risiko pembentukan zat berbahaya, berikut beberapa tips praktis yang dapat diikuti:

Hindari memasak pada suhu yang terlalu tinggi. Memasak pada suhu maksimum (di atas 200°C) dalam waktu yang lama dapat meningkatkan pembentukan akrilamida.

Warna keemasan lebih baik dibandingkan kecokelatan yang gelap. Makanan yang terlalu gosong berisiko mengandung senyawa berbahaya.

Memilih bahan makanan alami seperti sayuran dan protein segar lebih disarankan ketimbang makanan beku yang sudah mengalami banyak proses dan mengandung pengawet serta tambahan lainnya.

Puputan sisa makanan atau lemak yang tertinggal di dalam air fryer dapat terbakar dan menghasilkan senyawa tidak sehat.

Pastikan untuk membersihkan alat setelah digunakan agar aman untuk penggunaan selanjutnya.

Beberapa resep mungkin masih memerlukan sedikit minyak. Pilihlah minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa murni untuk hasil yang lebih baik.

Meski terdapat kekhawatiran mengenai penggunaan air fryer, penggunaannya tetap aman jika dioperasikan dengan benar.

Dibandingkan dengan metode penggorengan tradisional, air fryer dapat menjadi pilihan yang lebih sehat selama diiringi dengan pengetahuan memasak yang tepat.

Jangan ragu untuk menggunakan air fryer, asal tetap bijak dalam penggunaannya dan mengutamakan pola makan yang seimbang.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#makanan renyah #kanker #memasak #air fryer