RADARTUBAN - Pernah nggak sih, pas lagi motoran sendirian, tiba-tiba otak bekerja di luar kendali?
Pikiran ngelayap ke mana-mana, tiba-tiba dapet ide brilian yang bisa jadi tulisan, lagu, atau bahkan gagasan bisnis baru. Kalau iya, berarti kamu tidak sendirian.
Jason Ranti pernah bilang di bukunya Kitab Pink Jason Ranti: "Waktu terbaik untuk menciptakan lagu adalah sewaktu di atas motor, karena di perjalanan, ada angin, ngeliat awan, ngeliat orang, pikiran ke mana-mana."
Dan, jujur saja, itu kalimat yang nggak bisa dibantah.
Ada sesuatu yang ajaib dari perjalanan motoran. Bisa jadi karena desiran angin yang menampar muka bikin kita lebih sadar akan kehadiran diri.
Bisa juga karena kita nggak terkurung dalam ruangan, yang hanya menghadap tembok saja, tapi melihat dunia nyata: orang ngobrol di warung kopi, anak kecil main bola di gang sempit, bapak-bapak yang pulang kerja dengan wajah lelah tapi tetap semangat.
Di atas motor, kita hanya punya diri sendiri dan jalan yang terbentang di depan.
Tanpa gangguan notif HP atau obrolan yang nggak penting, otak malah punya ruang untuk berpikir lebih liar.
Inspirasi sering kali muncul tanpa diundang, dan itu yang bikin motoran jadi lebih dari sekadar perjalanan.
Kalau Jason Ranti merasakan magisnya motoran untuk menciptakan lagu, pengalaman serupa juga berlaku buat siapa aja yang berkecimpung di dunia kreatif.
Penulis yang lagi mentok ide, desainer yang butuh konsep baru, bahkan orang-orang yang merasa hidupnya butuh penyegaran.
Nggak ada aturan baku tentang bagaimana mencari inspirasi, tapi kalau kamu lagi mentok dan ide terasa buntu, mungkin ini saatnya ambil kunci motor dan pergi ke mana aja.
Nggak usah terlalu mikir tujuan, kadang perjalanan tanpa arah justru yang paling membawa kejutan.
Motoran itu bukan sekadar soal transportasi, tapi tentang pengalaman. Tentang kebebasan. Tentang momen di mana kita bisa terhubung dengan diri sendiri dan dunia sekitar.
Jadi, kalau lain kali kamu merasa stuck, bingung, atau nggak tahu harus nulis apa, coba keluar rumah, naik motor, dan biarkan angin membisikkan inspirasi yang mungkin selama ini kamu cari.
Siapa tahu, pulang-pulang, kamu nggak cuma dapet inspirasi, tapi juga ketemu warung kopi enak di pinggir jalan. Kan lumayan, bisa dapat bahan tulisan baru. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama