Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Umur Berapa Kamu Tahu Kalau Cowok Boleh Minum Kiranti dan Cewek Boleh Minum L-Men?

M. Afiqul Adib • Rabu, 18 Juni 2025 | 03:48 WIB
Ilustrasi laki-laki dan perempuan sedang menikmati minuman.
Ilustrasi laki-laki dan perempuan sedang menikmati minuman.

RADARTUBAN - Di antara banyak pertanyaan eksistensial dalam hidup, seperti “kapan menikah?”, “udah kerja di mana sekarang?”, dan “kapan punya rumah sendiri?”, ada satu pertanyaan penting lain yang mungkin terlambat kita ketahui.

Yakni, umur berapa kamu tahu kalau cowok boleh minum Kiranti dan cewek boleh minum L-Men?

Kiranti dan L-Men, dua produk minuman yang branding-nya sangat kuat di benak masyarakat Indonesia. Kiranti selalu identik dengan perempuan, menstruasi, dan tagline “minuman herbal pelancar haid.”

Sementara L-Men melekat erat dengan tubuh kekar, six-pack, dan pria-pria gym yang wajahnya seperti habis dilukis.

Padahal, nggak ada satu pun dari dua produk itu yang secara ilmiah “khusus” untuk satu gender saja.

Kiranti tidak akan membuat laki-laki tiba-tiba mens. Dan L-Men tidak akan membuat perempuan berubah jadi binaragawan.

Kiranti: Jahe, Kencur, Bukan Kutukan Lelaki

Mengutip Alodokter, Kiranti secara umum mengandung bahan-bahan seperti kencur, jahe, asam jawa, kayu manis, gula merah, dan guarana.

Semua bahan itu punya khasiat meredakan peradangan, menghangatkan tubuh, dan mengurangi kram otot.

Ada yang bilang kayu manis mengandung cinnamaldehyde yang bisa meningkatkan hormon progesteron, tapi itu efek kecil dan hanya signifikan pada tubuh tertentu dalam dosis tertentu.

Artinya? Laki-laki yang minum Kiranti tidak akan tiba-tiba berubah orientasi biologis. Tidak akan mendadak sensitif atau merasakan nyeri haid imajiner.

Malah, kalau lagi masuk angin atau badan pegal-pegal, minum Kiranti bisa jadi solusi yang cukup manjur.

Anggap saja seperti jamu, cuma branding-nya lebih feminin.

Jadi buat para cowok yang merasa capek, pengin minum yang anget-anget, dan mulai bosan dengan kopi sachet: Kiranti boleh juga, Bro.

L-Men: Susu Protein, Bukan Serum Macho

Lalu bagaimana dengan L-Men? Nah, produk ini memang dirancang untuk membantu program pembentukan otot—karena mengandung protein tinggi dan biasanya dikonsumsi setelah olahraga berat.

Tapi jangan salah, tidak ada larangan bahwa perempuan tidak boleh minum susu L-Men.

Ini bukan obat hormonal. Ini juga bukan minuman yang akan membuat tubuh perempuan tiba-tiba membesar seperti Hulk.

Sama seperti susu bayi yang bisa diminum orang dewasa kalau mau, L-Men pun bisa diminum siapa saja, asal sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Yang perlu diwaspadai adalah reaksi tubuh terhadap bahan tertentu. Misal, kalau kamu alergi laktosa, punya gangguan pencernaan, atau muncul reaksi aneh setelah rutin mengonsumsi, ya sebaiknya berhenti.

Tapi bukan karena gender, murni karena respons tubuh.

Yah, kesimpulannya, minuman tidak punya jenis kelamin. Gender pada kemasan itu hanyalah branding. Kiranti boleh dikonsumsi laki-laki, L-Men juga sah dikonsumsi perempuan.

Asal tidak berlebihan dan tidak mengandung bahan yang bikin tubuhmu bermasalah, sah-sah saja.

Jadi, kalau kamu cowok dan pengin yang hangat-hangat segar, Kiranti bisa jadi pilihan. Cewek yang lagi latihan gym dan butuh protein, L-Men juga boleh banget. Yang penting: pahami tubuhmu, bukan iklan doang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#macho #kekar #gym #Kiranti #Mens Coach of the Year #L-Men #hormon