RADARTUBAN - Emosi itu manusiawi. Marah, overthinking, sedih, kecewa, semua itu tidak menandakan kamu lemah. Itu terjadi karena kamu punya yang namanya emosi.
Perasaan apapun yang datang tidak akan membuatmu gagal selama kamu bisa mengendalikannya, karena itu bagian dari hidupmu.
Ketika kamu merasakan emosi, apa yang kamu lakukan? Mencoba mengendalikannya bukan.
Nah, tetapi yang kamu lakukan sebenarnya adalah hanya menekan emosi itu untuk sementara sehingga bisa meledak kapan saja seperti bom waktu.
Seorang psikolog Harvard bernama Dr. Susan David berpendapat bahwa emosi itu untuk dipahami dan dilatih, bukan dikendalikan.
Selama ini, banyak orang kurang memahami bagaimana melatih emosi mereka, dan berpikir untuk mengendalikannya.
Coba lakukan emotional fitness. Ya, emotional fitness itu layaknya otot tubuh kita yang apabila dilatih akan semakin kuat dalam menghadapi apapun perasaan yang tiba-tiba muncul.
Setiap perasaan yang ada perlu dipahami, sehingga kamu akan belajar bagaimana cara menenangkan dirimu di tengah perasaan itu.
Jangan menekan, itu hanya akan memperburuk keadaan. Ketenangan hanya bertahan sementara jika kamu memilih untuk menekan emosi.
Emotional fitness itu tentang merangkul emosi kita, bukan menghindarinya.
Perasaan marah, sedih, kecewa, cemas tidak bisa dihilangkan atau dihindari, karena bagaimanapun juga kita sebagai manusia pasti merasakannya.
Ini adalah tentang bagaimana kita belajar untuk menghadapi atau merespon perasaan itu agar menjadi lebih baik.
Supaya kamu makin terbantu dalam memahami emosimu, inilah 3 skill emotional fitness sederhana yang bisa kamu latih, dilansir dari postingan akun Instagram @meaningful.me.
1. Kenali Emosimu
Pertama, kenali dulu apa yang kamu rasakan. Apakah sedih, kecewa, marah, cemas, atau yang lainnya supaya kamu tahu bagaimana caranya untuk menenangkan diri.
2. Jangan Memendam Apa yang Kamu Rasakan
Kamu bisa bercerita kepada dirimu sendiri, orang terdekat, atau bahkan sahabat baikmu.
Selain itu, kamu juga bisa mengungkapkan apa yang kamu rasakan lewat tulisan, seperti jurnal, puisi, cerita, dll.
3. Respon dengan Tenang
Munculnya emosi akan menguji seberapa tenang diri kita dalam menghadapinya. Cukup ambil napas sejenak, lalu beri cukup ruang sebelum bertindak.
Intinya, ketika kamu tenang, pikiranmu tidak akan kacau. Kamu tidak akan dikendalikan emosimu, dan bisa menguasai keadaan.
Belajar bagaimana memahami emosi pada diri sendiri itu penting.
Pasalnya, pemahaman emosi akan membantu kita untuk berpikir bagaimana cara menanganinya. Bagaimana supaya kita tetap tenang di saat emosi itu muncul. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni