RADARTUBAN- Banyak orang berpikir bahwa tidur cukup lama—misalnya 8 jam sehari—sudah cukup untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Tapi ternyata, menurut hasil diskusi daring yang disampaikan oleh Vishal C. Dasani, M.B.A, durasi tidur yang panjang tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan konsistensi waktu tidur.
Artinya, tidur selama 8 jam tapi dengan jadwal yang berantakan—kadang tidur jam 8 malam, kadang jam 1 pagi—bisa jadi malah bikin tubuh lebih lelah dan tidak segar.
Sebaliknya, tidur dengan durasi yang mungkin sedikit lebih pendek tapi dilakukan secara konsisten di jam yang sama setiap malam justru lebih baik untuk kesehatan.
Tubuh manusia punya yang namanya ritme sirkadian—semacam jam biologis internal yang mengatur kapan kita merasa ngantuk dan kapan kita merasa segar.
Ritme ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan tidur kita.
Kalau kita tidur di jam yang sama setiap malam, tubuh akan terbiasa dan mulai menyesuaikan diri.
Hormon melatonin (hormon yang bikin ngantuk) akan diproduksi secara teratur, dan kualitas tidur pun jadi lebih baik.
Tapi kalau jam tidur kita berubah-ubah, tubuh jadi bingung. Akibatnya, meskipun tidur lama, kita tetap merasa lelah saat bangun.
Misalnya kamu tidur jam 11 malam setiap hari dan bangun jam 6 pagi. Itu artinya kamu tidur selama 7 jam secara konsisten.
Ini jauh lebih baik daripada tidur 9 jam tapi dengan jadwal yang acak—hari ini tidur jam 8 malam, besok jam 1 pagi, lusa jam 10 malam.
Konsistensi ini membantu tubuh masuk ke fase tidur dalam yang lebih stabil, memperbaiki sel-sel tubuh, dan menyegarkan otak.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur yang tidak konsisten bisa meningkatkan risiko gangguan metabolisme, stres, dan bahkan penyakit jantung.
Tentu saja, tidur konsisten bukan berarti kita boleh mengorbankan durasi tidur. Yang terbaik adalah tidur cukup dan konsisten di jam yang tepat.
Idealnya, orang dewasa butuh sekitar 7–9 jam tidur per malam. Jadi, kalau kamu bisa tidur jam 10 malam dan bangun jam 6 pagi setiap hari, itu sudah sangat ideal.
Tapi kalau karena kesibukan kamu baru bisa tidur jam 11 malam, tidak masalah—asal dilakukan secara konsisten dan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Jadi, mulai sekarang, jangan cuma fokus pada berapa lama kamu tidur. Perhatikan juga kapan kamu tidur dan seberapa konsisten kamu melakukannya.
Tubuh kita suka rutinitas, dan tidur yang teratur adalah salah satu bentuk self-care paling sederhana tapi berdampak besar.
Kalau kamu sering merasa capek meskipun sudah tidur lama, mungkin bukan durasinya yang salah—tapi pola tidurnya yang perlu dibenahi.
Yuk, mulai tidur lebih teratur. Biar bangun pagi nggak cuma segar, tapi juga semangat! (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni