Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Musim Pancaroba Bisa Jadi Pemicu Kucing Terkena Flu, Benarkah? Begini Penjelasannya

Bihan Mokodompit • Sabtu, 5 Juli 2025 | 14:41 WIB
Ilustrasi kucing bersembunyi di balik selimut hangat.
Ilustrasi kucing bersembunyi di balik selimut hangat.

RADARTUBAN - Musim pancaroba bukan hanya menjadi tantangan bagi manusia, tetapi juga bagi kesehatan kucing.

Perubahan cuaca yang ekstrem membuat hewan peliharaan lebih mudah terserang penyakit, termasuk penyakit berbahaya seperti Panleukopenia.

Kondisi ini patut diwaspadai oleh pemilik hewan, terutama jika belum memberikan vaksin kepada kucing kesayangannya.

Dokter hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, drh.

Trima Naimmah, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit pada anabul saat musim pancaroba.

"Sama seperti kita ya, kucing juga rentan sekali terkena penyakit. Biasanya saat musim pancaroba ini, penyakit yang sering muncul adalah flu, diare, penyakit kulit dan rambut atau bahkan yang paling parah bisa terkena Panleukopenia atau muntaber,” ujarnya seperti dikutip dari ANTARA.

Panleukopenia, Ancaman Serius Bagi Kucing

Penyakit Panleukopenia dikenal sangat menular dan berisiko tinggi, terutama menyerang kucing yang belum divaksin.

Trima mengingatkan bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat dan bisa mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

“Panleukopenia merupakan penyakit yang tergolong berbahaya untuk kucing, karena penyakit ini dengan cepat bisa menular terutama bagi kucing yang belum divaksin,” tegas Trima.

Gejala awal seperti flu ringan harus segera diwaspadai.

Jika ditemukan ingus atau hidung berair, pemilik dapat melakukan langkah awal perawatan mandiri.

Salah satunya adalah dengan membersihkan ingus dan menjemur anabul di bawah sinar matahari pagi.

Perawatan Mandiri dan Pencegahan yang Efektif

Meski perawatan awal bisa dilakukan di rumah, Trima tetap menyarankan agar pemilik membawa kucing ke rumah sakit hewan.

Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis dan pemberian obat yang sesuai.

“Pastikan makanan yang dikonsumsi bergizi dan bisa menambah imun anabul. Baiknya dibawa ke dokter agar langsung mendapatkan perawatan serta obat yang sesuai,” tambah Trima.

Selain makanan bergizi, pemberian multivitamin juga direkomendasikan. Ini berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh anabul agar tetap kuat menghadapi musim pancaroba.

Multivitamin bisa menjadi tambahan yang bermanfaat jika diberikan sesuai anjuran dokter.

Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Faktor lain yang tidak kalah penting dalam mencegah penularan penyakit pada kucing adalah menjaga kebersihan lingkungan. 

“Saat musim pancaroba ini, yang paling utama pastikan lingkungan tempat tinggal anabul tetap bersih dan kering. Selain itu, jangan lupa rajin membersihkan peralatan makan dan litter box," tegas Trisma.

Lingkungan yang bersih mencegah kuman dan virus berkembang biak.

Peralatan kucing seperti tempat makan dan kotak pasir harus dibersihkan secara rutin, terutama jika kucing tinggal di dalam ruangan tertutup.

Perlindungan Optimal untuk Anabul Tercinta

Menjaga kucing tetap sehat di musim pancaroba membutuhkan perhatian ekstra dari pemilik.

Mulai dari pencegahan penyakit seperti Panleukopenia, pemberian nutrisi bergizi, perawatan dasar saat flu, hingga menjaga kebersihan lingkungan, semuanya berperan penting.

“Perhatikan makan, minum, dan kesehatan rambutnya. Sebagai tambahan boleh juga diberikan multivitamin,” tutup Trima, menandaskan bahwa perawatan menyeluruh adalah bentuk cinta yang paling nyata terhadap anabul di tengah musim pancaroba. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kucing #Peliharaan #dokter hewan #flu #institut pertanian bogor #pancaroba