Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Introvert Hangover: Efek Kelelahan Mental Akibat Terlalu Sering Bersosialisasi Tanpa Waktu Istirahat

Favian Fadlurahman • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:35 WIB
Tak menonjol di keramaian, introvert justru unggul dalam kecerdasan dan kreativitas.
Tak menonjol di keramaian, introvert justru unggul dalam kecerdasan dan kreativitas.

RADARTUBAN – Aktivitas bersosialisasi mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang.

Namun bagi seorang introvert, terlalu sering berinteraksi sosial mampu memberikan dampak serius pada kondisi mental mereka.

Bagi seorang introvert, hal ini memungkingkan mereka mengalami sesuatu yang disebut sebagai introvert hangover.

Istilah introvert hangover mengacu pada kelelahan fisik dan mental yang dialami oleh seorang introvert setelah berada pada interaksi atau situasi sosial yang intens.

Melansir dari laman Hello Sehat, kondisi semacam ini dapat muncul setelah menjalani hari yang penuh percakapan, keramaian, atau interaksi tanpa henti, entah itu kerja kelompok, rapat kantor, pertemuan keluarga besar, atau interaksi sosial lain bersama dengan banyak orang.

Sebenarnya, seorang introvert tetap dapat berbicara dan bergaul.

Namun berbeda dengan ekstrovert yang dapat mengisi ulang energi mereka lewat interaksi, introvert justru kehilangan energi saat berada terlalu lama di tengah orang banyak.

Jika mereka terus dipaksakan bersosialisasi tanpa jeda, mereka dapat merasakan hal-hal seperti:

• Kehabisan energi

• Sulit berpikir jernih

• Lebih sensitif atau mudah marah

• Menarik diri secara tiba-tiba

• Kurangnya mindfulness

“Introvert hangover adalah sinyal bahwa tubuh dan pikiran butuh waktu sendiri,” tulis Halodoc dalam artikelnya.

Agar tetap dapat sehat secara mental, seorang introvert perlu untuk mengatur ritme aktivitas sosial mereka.

Tidak harus menghindar, namun cukup beri ruang istirahat di antara aktivitas sosial yang dijalani.

Bentuk dari istirahat yang dijalani pun sederhana: duduk sendiri di kamar, mendengarkan musik dengan tenang, membaca buku, atau sekadar menjauh dari notifikasi ponsel.

Tujuannya bukan untuk menghindari orang, tapi menyeimbangkan energi.

Jika mulai muncul gejala seperti lebih cepat lelah, susah konsentrasi, atau hingga merasa kosong meskipun dikelilingi banyak orang, bisa jadi itu tanda bahwa kamu butuh jeda dari keramaian.

Introvert bukan berarti tidak suka mengobrol atau berinteraksi sosial. Hanya mereka memiliki batasan energi sosial yang harus dijaga.

Memberi ruang pada diri sendiri bukan kelemahan, justru itu merupakan suatu bentuk perawatan terhadap diri yang sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#terlalu sering berinteraksi sosial #interaksi sosial #Introvert Hangover #bersosialisasi #Ekstrovert #kelelahan fisik #mental