Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pria Humoris Memang Menarik Bagi Perempuan, tapi Ada Syaratnya

M. Afiqul Adib • Jumat, 11 Juli 2025 | 22:35 WIB
Humor yang menarik bagi perempuan adalah yang cerdas dan empatik.
Humor yang menarik bagi perempuan adalah yang cerdas dan empatik.

RADARTUBAN - Cewek suka cowok lucu. Itu fakta.

Bahkan Dr. Boyke pernah bilang bahwa perempuan cenderung lebih tertarik pada pria yang cerdas dan humoris dibanding yang sekadar tampan atau berotot.

Tapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semua bentuk kelucuan itu menarik. Karena kenyataannya, banyak juga cowok yang mengira dirinya lucu, padahal yang terjadi justru sebaliknya: bikin risih, bukan bikin nyaman.

Masalahnya, banyak pria yang salah kaprah soal definisi “humoris”.

Mereka pikir, asal bisa bikin orang ketawa, berarti sudah cukup.

Padahal, humor yang disukai perempuan bukan yang asal ceplas-ceplos, bukan yang receh tanpa arah, apalagi yang menjatuhkan orang lain demi tawa.

Cewek suka cowok yang bisa bikin suasana cair, yang tahu kapan harus serius dan kapan bisa melempar candaan.

Bukan yang setiap lima menit harus ngelawak, bahkan di momen yang nggak tepat.

Apalagi kalau baru kenal, terus langsung nge-joke soal fisik, status, atau hal pribadi. Itu bukan lucu, itu bikin ilfeel.

Ingat, ketika seorang perempuan bilang: “aku suka cowok lucu,” itu artinya dia suka seseorang yang bisa diajak tertawa bersama.

Bukan seseorang yang jadi bahan tertawaan.

Ada perbedaan besar antara membuat orang tertawa dan menjadi objek tertawaan.

Yang satu membangun koneksi, yang satu lagi membangun jarak.

Humor yang menarik adalah yang cerdas, yang punya timing, dan yang bisa membuat lawan bicara merasa nyaman.

Bukan humor yang ofensif, sarkastik, atau terlalu vulgar. Apalagi kalau kamu merasa harus terus-terusan jadi badut demi dianggap menarik.

Percayalah, itu bukan daya tarik, itu capek sendiri.

Dan satu hal lagi: jangan jadikan humor sebagai tameng untuk menutupi kekurangan.

Banyak pria yang merasa tidak cukup tampan atau tidak cukup mapan, lalu menjadikan “aku lucu kok” sebagai pembenaran.

Padahal, humor yang tulus datang dari rasa percaya diri, bukan dari rasa minder yang dibungkus tawa.

Kalau kamu merasa punya selera humor yang oke, pastikan kamu juga tahu batasnya. Karena lucu yang bikin nyaman jauh lebih menarik daripada lucu yang bikin risih.

Dan kalau kamu belum yakin, coba perhatikan: apakah dia tertawa bersamamu, atau tertawa karena kamu?

Yang pertama bisa jadi sinyal bagus. Yang kedua? Bisa jadi kamu sedang jadi bahan.

Kesimpulannya, jadi pria humoris memang nilai plus. Tapi pastikan humormu datang dari empati, bukan ego.

Karena tawa yang tulus itu bukan soal punchline, tapi soal koneksi. Dan koneksi yang baik selalu dimulai dari rasa hormat, bukan dari upaya jadi pusat perhatian.

Jadi, kalau kamu pengin jadi cowok lucu yang disukai banyak orang, mulailah dari jadi orang yang menyenangkan.

Karena lucu itu bukan soal gaya bicara, tapi soal bagaimana kamu membuat orang lain merasa aman untuk tertawa bersamamu. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#cowok #humoris #pria #cewek #perempuan #Lucu #joke