Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gen Z Wajib Paham Rahasia Finansial Biar Dompet Nggak Ngenes

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 15 Juli 2025 | 21:30 WIB
Dari dana darurat hingga simulasi investasi, inilah pendekatan edukasi finansial yang cocok untuk gaya hidup Gen Z.
Dari dana darurat hingga simulasi investasi, inilah pendekatan edukasi finansial yang cocok untuk gaya hidup Gen Z.

RADARTUBAN - Di tengah era digital dengan segala kemudahan akses informasi, Gen Z tumbuh sebagai generasi yang akrab dengan media sosial, perbankan digital, dan investasi berbasis aplikasi.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru dalam hal literasi finansial yang tidak bisa dianggap enteng.

Berdasarkan laporan Program for International Student Assessment (PISA) oleh OECD tahun 2022, hanya sekitar 18 persen anak muda berusia 15 tahun yang memiliki pemahaman memadai tentang prinsip dasar pengelolaan keuangan pribadi.

Fakta ini menjadi sinyal penting bahwa pendidikan finansial sejak dini wajib diperkuat.

Terutama bagi generasi yang hidup berdampingan dengan algoritma belanja online dan tren konsumtif di media sosial.

Berbeda dari generasi sebelumnya, anak muda saat ini harus menghadapi tantangan ekonomi yang tak menentu.

Mulai dari harga kebutuhan yang melonjak, lapangan kerja yang semakin kompetitif, hingga pola kerja freelance yang tidak menjamin kestabilan pemasukan.

Tanpa fondasi keuangan yang kuat, risiko terjerumus pada utang konsumtif, kesulitan menabung, hingga salah ambil langkah investasi menjadi sangat tinggi.

Maka, pendekatan edukasi finansial perlu disesuaikan dengan gaya hidup dan karakter Gen Z. Informasi keuangan akan lebih mudah diserap ketika disampaikan lewat media yang mereka sukai—seperti video pendek, podcast, atau konten edukatif di Twitter dan TikTok.

Konsep dasar, seperti alur keluar-masuk uang, pentingnya dana darurat, dan cara membedakan kebutuhan dengan keinginan, harus dikenalkan secara ringan namun relevan.

Tak kalah penting, budaya diskusi terbuka tentang uang di dalam keluarga juga perlu digalakkan.

Di Indonesia, membicarakan uang masih dianggap tabu, padahal transparansi bisa mendorong anak-anak untuk lebih menghargai kerja keras, memahami strategi pengeluaran, dan belajar bertanggung jawab secara finansial.

Pemahaman investasi juga harus mulai ditanamkan sejak bangku SMA.

Simulasi investasi yang aman, seperti reksa dana atau saham melalui platform digital seperti Bareksa atau Stockbit, bisa menjadi langkah awal mengenalkan konsep risiko dan potensi keuntungan secara realistis.

Namun, semua strategi itu tidak akan efektif tanpa pondasi mental yang tepat. Mindset finansial adalah pembeda utama antara belanja impulsif dan keputusan bijak dalam pengelolaan uang.

Dengan metode pembelajaran yang fleksibel, berbasis teknologi.

Serta pendekatan yang relevan dengan kehidupan mereka, Gen Z dapat tumbuh menjadi generasi yang melek finansial, mandiri secara ekonomi, dan siap menyongsong masa depan dengan perencanaan yang solid. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Gen Z #media sosial #online #dompet #keuangan #finansial #Algoritma