RADARTUBAN – Ruang di bawah tangga sering kali dianggap sebagai sudut mati yang terlupakan.
Padahal, jika dirancang dengan jeli, area mungil ini bisa disulap menjadi ruang multifungsi yang estetik sekaligus praktis.
Desainer interior Rizkivita Agnes dari Studio RAI (@studio.rai) mengungkapkan sederet inspirasi untuk memaksimalkan potensi ruang di bawah tangga, terutama bagi pemilik hunian bergaya minimalis.
“Setiap struktur tangga punya karakter tersendiri. Dengan pendekatan desain yang tepat, bagian bawahnya bisa menjelma menjadi tempat penyimpanan, dapur, bahkan ruang santai tambahan,” ujar Rizkivita.
Berikut enam ide kreatif untuk menghidupkan area di bawah tangga:
1. Sesuaikan Fungsi dengan Lokasi Tangga
Jika tangga berada di ruang keluarga, area bawahnya cocok dijadikan tempat duduk tambahan atau rak sepatu.
Kuncinya: pahami fungsi utama ruang dan harmonisasi desain interior secara keseluruhan.
2. Dapur Mini untuk Rumah Mungil
Dengan konfigurasi huruf L, bagian bawah tangga dapat dialihfungsi sebagai dapur praktis. Kulkas, oven, hingga rak rempah bisa ditata rapi tanpa memakan tempat.
“Yang penting ukurannya proporsional dan ventilasinya bagus,” jelas Rizkivita.
3. Storage atau Gudang Pintar
Kesan sempit bukan berarti tidak berguna. Dengan rak tersembunyi atau kabinet custom, ruang ini bisa menjadi pusat penyimpanan dokumen, perkakas, atau bahkan mainan anak.
4. Tambahkan Ventilasi untuk Area Tertutup
Pencahayaan dan sirkulasi udara wajib diperhatikan. Bila area tersebut tertutup, pastikan ada ventilasi untuk mencegah kelembapan dan bau tidak sedap, terutama jika digunakan sebagai gudang.
5. Gunakan Cermin untuk Efek Luas
Bagi hunian minimalis, material cermin mampu memberikan ilusi ruang yang lebih lapang. Pantulan cahaya juga membantu menciptakan kesan terang dan modern.
6. Selaraskan Material dengan Interior Rumah
Agar tidak terasa “menyempal,” pastikan pemilihan kayu, warna, atau ornamen di bawah tangga tetap sejalan dengan estetika ruang di sekitarnya.
Desain yang harmonis membuat rumah terasa lebih menyatu dan elegan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni