Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali Personality Avoidant Attachment yang Bisa Merusak Hubungan, ciri-ciri hingga Cara Mengatasinya

Asmaul Yuli Wijayanti • Selasa, 22 Juli 2025 | 02:35 WIB
Sering merasa ingin menarik diri saat hubungan mulai mendalam, Kamu mungkin memiliki gaya keterikatan Avoidant.
Sering merasa ingin menarik diri saat hubungan mulai mendalam, Kamu mungkin memiliki gaya keterikatan Avoidant.

RADARTUBAN - Dalam dunia psikologi akan selau banyak istilah-istilah yang menggambarkan personal seseorang di dalam suatu hubungan.

Avoidant Attachment adalah salah satu pola keterikatan yang saat ini banyak dibicarakan di kalangan anak muda saat sedang membicarakan suatu hubungan, dan kerap kali berdampak negatif.

Apa itu Avoidant Attachment?

Avoidant Attachment merupakan suatu gaya keterikatan pada seseorang yang cenderung sering menghindari kedekatan emosional yang mendalam dan terlihat sangat mandiri.

Biasanya Avoidant Attachment terbentuk sejak kecil, sehingga saat seseorang beranjak dewasa ia akan sangat mudah untuk menjaga jarak di dalam suatu hubungan.

Pada kehidupan sehari-hari orang dengan Avoidant Attachment sering kali terlihat tenang dan tidak membutuhkan orang lain.

Mereka suka untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri dan memilih untuk menarik diri ketika dihadapkan dengan konflik atau situasi emosional.

Di dalam sebuah hubungan seorang Avoidant terlihat tidak tertarik dalam sebuah kedekatan, akan tetapi mereka hanya merasa sulit dalam membangun rasa aman yang melibatkan emosi di dalam suatu hubungan.

Gaya Avoidant lebih banyak ditemukan pada pria daripada wanita, meskipun mereka tampak kuat dan mandiri, namun sering kali memiliki lapisan emosi yang tidak mereka ungkapkan.

Ciri-ciri orang dengan Avoidant Dalam hubungan atau pasangan :

* Seorang Avoidant akan sering menjaga jarak

* Terganggu saat pasangan membicaran sesuatu dengan kedekatan emosional

* Mudah menghilang saat terjadi konflik hubungan

* Selalu mencari alasan untuk mengakhiri hubungan saat mulai serius

* Tidak nyaman bicara tentang perasaan terlalu dalam

* Terlihat tenang namun tidak benar-benar membuka diri

Cara mengatasi Avoidant Attachment:

Seseorang dengan gaya keterikatan Avoidant dapat berubah, perubahan tersebut dilakukan dengan kesadaran, usaha, serta kemauan terbuka dengan emosional yang mendalam.

Meskipun perubahan tidak bisa dilakukan dengan sangat mudah namun seorang Avoidant bisa memulai dengan cara berikut :

Menyadari dan mengakui bahwa kamu telah memiliki pola keterikatan yang tidak nyaman dalam sebuah hubungan dan cenderung menarik diri.

Setelah menyadari kamu bisa memandang hal tersebut sebagai identitas dirimu sejak kecil yang dapat diubah jika bersedia menantangnya.

Mulai perhatikan diri sendiri baik dalam emosi dan kebutuhan diri dengan memperhatikan emosi yang muncul setiap menjalin kedekatan.

Membangun kedekatan emosional dengan memulai membuka diri kepada orang yang kamu percayai.

Terapi Cognitive behavioral therapy (CBT) berbasis attachment dan psychodynamic therapy.

Untuk membantu mengganti pola pikir negatif tentang suatu hubungan.

Mulai membangun relasi baru dengan orang yang membuat nyaman, dan membuat kamu merasa tenang saat mulai terbuka.

Mengelola rasa stress dan trauma di masa lalu dengan melakukan meditasi, olahraga, ataupun teknik mindfulness.

Bersabar dan terus konsisten selama masa penyembuhan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#personal #avoidant attachment #mandiri #Emosional #hubungan