Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

3 Kebohongan tentang Cinta yang Sering Dianggap Benar: Dari Pengorbanan Buta hingga Takut Sendirian

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 23 Juli 2025 | 18:36 WIB
3 kebohongan cinta yang harus kamu waspadai demi hubungan sehat.
3 kebohongan cinta yang harus kamu waspadai demi hubungan sehat.

RADARTUBAN – Dalam perjalanan mencari cinta, banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan yang dibentuk oleh dongeng, budaya, dan harapan sosial.

Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kita mulai menyadari bahwa tidak semua narasi tentang cinta itu benar.

Bahkan, beberapa di antaranya bisa menyesatkan dan merusak hubungan yang sehat.

Berikut tiga kebohongan dalam hubungan yang sering dianggap wajar, padahal bisa berdampak negatif jika terus dipercaya:

1. Lebih Baik Punya Pasangan daripada Sendirian

Tekanan sosial untuk segera memiliki pasangan sering kali membuat seseorang merasa bersalah karena memilih hidup sendiri.

Padahal, menjadi lajang bukanlah kegagalan. Justru, kebebasan untuk memilih hidup sesuai nilai dan kenyamanan pribadi adalah bentuk kesehatan emosional yang penting.

Baca Juga: Bisakah Pria dan Wanita Benar-Benar Bersahabat Tanpa Cinta? Ini Kata Psikolog

2. Yang Kamu Mau Pasti Datang, Asal Cukup Sabar Menunggunya

Keyakinan bahwa cinta sejati akan datang jika kita cukup sabar bisa membuat kita pasif dan menunggu tanpa arah.

Padahal, yang lebih dibutuhkan adalah ruang untuk tumbuh, berdamai dengan diri sendiri, dan membangun kebahagiaan tanpa bergantung pada kehadiran orang lain.

3. Kalau Benar-Benar Mencintai, Kamu Harus Rela Berkorban

Pengorbanan sering dianggap sebagai bentuk cinta tertinggi. Namun, terlalu banyak berkorban bisa membuat seseorang kehilangan jati diri.

Cinta yang sehat adalah ketika pasangan saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri masing-masing, bukan menuntut perubahan demi cinta. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tekanan sosial #cinta romantis #mitos #cinta sehat dan realistis #kebohongan dalam hubungan