Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Apa Itu Trust Issue: Ketika Sulit Percaya Jadi Pengganggu Kehidupan Sehari-hari

Asmaul Yuli Wijayanti • Jumat, 25 Juli 2025 | 17:10 WIB
Pengalaman buruk seperti diselingkuhi atau dibohongi bisa memicu trust issue, pelajari cara membangun kembali kepercayaan diri dan orang lain.
Pengalaman buruk seperti diselingkuhi atau dibohongi bisa memicu trust issue, pelajari cara membangun kembali kepercayaan diri dan orang lain.

RADARTUBAN - Banyaknya isu perselingkuhan hingga tindakan yang menyebabkan seseorang melakukan berbohong secara berlebihan, menimbulkan efek krisis kepercayaan terhadap seseorang.

Kesulitan percaya pada orang lain merupakan hal yang wajar jika tidak terjadi secara terus-menerus.

Akan tetapi perlu untuk di waspadai ketika kondisi tersebut mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Apa itu Trust Issue?

Trust issue merupakan salah satu istilah yang menggambarkan keadaan seseorang yang memiliki kesulitan dalam kepercayaan pada orang lain.

Kondisi tersebut biasanya terlihat pada sikap dan perilaku seseorang.

Tidak hanya dalam soal percintaan, trust issue biasanya juga timbul pada pertemanan, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Orang dengan trust issue biasanya akan sulit percaya pada perkataan orang lain, hingga memiliki rasa curiga.

Yang membuat sebagian orang dengan trust issue tidak nyaman ketika berinteraksi dengan orang lain ketika dirasa hubungannya terlalu dekat.

Penyebab Trust Issue

Biasanya trust issue muncul oleh beberapa faktor seperti pengalaman dikhianati seperti diselingkuhi, dibohongi, hingga tolak yang biasanya dibarengi dengan manipulasi.

Sehingga membuat seseorang akan sulit mempercayai pasangan dan relasi nya di kemudian hari.

Pengalaman buruk dari masa lalu dari masa lalu juga dapat menjadi penyebab trust issue seperti kehilangan orang tersayang, kekerasan, hingga pencurian yang menimbulkan rasa khawatir.

Anak yang dibesarkan dengan konflik orang tua (parental conflict) cenderung akan menutup diri dan memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap orang tuanya.

Tanda-tanda Trust Issue

Orang dengan trust issue biasanya akan mudah cemburu dan takut ditinggalkan.

Dia merasa curiga, selalu memiliki asumsi buruk terhadap orang lain, sulit memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain, hingga memiliki rasa khawatir berlebih kepada pasangan.

Cara Mengatasi Trust Issue

1. Meningkatkan Rasa Percaya Pada Diri Sendiri

Sebelum membangun rasa percaya kepada orang lain, sebaiknya membangun rasa percaya kepada diri sendiri terlebih dahulu.

Rendahnya rasa percaya pada diri sendiri menjadi awal munculnya rasa putus asa hingga berkembang menjadi kondisi trust issue.

2. Membangun Rasa Percaya Pada Orang lain

Hal ini menjadi salah satu yang paling efektif dalam mengatasi trust issue.

Belajar mempercayai orang lain dengan mulai untuk memaafkan dan menerima hal baik yang mereka berikan dapat menumbuhkan rasa percaya secara perlahan.

3. Menjalin Komunikasi yang Baik

Mencoba untuk membangun komunikasi dengan mendiskusikan yang dirasakan selama ini hingga membuat anda trust issue.

Membuat orang lain mengerti apa yang anda rasakan dan hubungan dapat menjadi lebih sehat.

4. Konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater

Anda juga dapat berkonsultasi secara langsung dengan psikolog maupun psikiater, atas permasalahan tersebut. Dengan menceritakan seluruh yang anda rasakan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#trust issue #krisis #kepercayaan #Percaya #manipulasi