Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Suka Menyalahkan Orang Lain? Ini Penyebab Psikologisnya dan Cara Bijak Menghadapinya

Cindy Aulia Septiara • Minggu, 27 Juli 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi saling menyalahkan tanpa mau refleksi diri
Ilustrasi saling menyalahkan tanpa mau refleksi diri

RADARTUBAN - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang yang gemar melempar kesalahan ke orang lain.

Entah di kantor, lingkungan pertemanan, bahkan di dalam keluarga, perilaku menyalahkan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Sekilas memang menyebalkan, tapi menurut psikologi, ada alasan lebih dalam di balik kebiasaan ini.

Menyalahkan orang lain bukan sekadar soal enggan bertanggung jawab, melainkan bisa jadi cerminan ketakutan akan kegagalan, lemahnya kontrol emosi, atau pola pikir yang terbentuk sejak lama.

Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi orang yang hobi menyalahkan?

Tidak mudah memang, apalagi jika mereka melakukannya terus-menerus dan membuat suasana menjadi tidak nyaman.

Namun, ada cara bijak untuk menghadapi tipe orang seperti ini tanpa harus terjebak dalam konflik yang tidak perlu dan tetap menjaga batasan diri secara sehat.

Menurut penjelasan para psikolog dalam artikel Jawapos.com (24/7), perilaku suka menyalahkan orang lain bisa dikaitkan dengan mekanisme pertahanan diri.

Individu seperti ini kerap berusaha menjaga harga diri mereka agar tidak terlihat lemah di mata orang lain.

Mereka memilih menyelamatkan citra diri dibanding mengakui kesalahan secara jujur.

Akar Psikologis Mengapa Seseorang Suka Menyalahkan

1. Takut Dianggap Gagal atau Lemah

Mengakui kesalahan bagi sebagian orang terasa seperti menunjukkan kelemahan.

Dengan memindahkan kesalahan ke orang lain, mereka merasa lebih aman secara sosial dan emosional.

2. Tidak Terampil Mengelola Emosi Negatif

Emosi seperti marah, kecewa, atau malu yang tidak bisa diatur dengan baik bisa membuat seseorang memilih menyalahkan pihak lain sebagai bentuk pelampiasan.

3. Minim Refleksi Diri

Kurangnya kebiasaan mengevaluasi diri juga menjadi alasan mengapa seseorang cenderung menyalahkan.

Mereka merasa dirinya selalu benar dan sulit menerima masukan.

4. Pengaruh Pola Asuh dan Lingkungan

Lingkungan yang keras, penuh kritik, atau terlalu kompetitif sejak masa kecil bisa membentuk perilaku defensif ini sebagai respons bertahan terhadap tekanan.

Cara Bijak Menghadapi Si Tukang Salahkan Orang

1. Tetap Tenang dan Kendalikan Emosi

Menghadapi tudingan secara emosional hanya akan memperkeruh suasana. Tenangkan diri dan respon dengan kepala dingin.

2. Tegaskan Fakta dengan Obyektif

Sampaikan apa yang sebenarnya terjadi berdasarkan fakta, bukan perasaan. Hindari menyerang balik meski merasa dirugikan.

3. Jaga Batasan yang Sehat

Jika perilaku menyalahkan ini terus-menerus terjadi dan mulai mengganggu kesehatan mental, tak ada salahnya menjaga jarak demi kenyamanan pribadi.

4. Jangan Ikut Terjebak Menyalahkan

Alih-alih masuk ke lingkaran negatif, tunjukkan cara menyelesaikan masalah secara dewasa.

Refleksi dan sikap terbuka justru bisa membawa dampak lebih baik dalam jangka panjang.

Psikolog mengingatkan bahwa kebiasaan menyalahkan orang lain mungkin terasa melegakan dalam jangka pendek, namun justru bisa merusak hubungan dalam jangka panjang.

Penting bagi kita untuk mulai membiasakan diri mengevaluasi tindakan sendiri sebelum menuding orang lain.

Karena bisa jadi, yang perlu dikoreksi bukan situasinya melainkan cara kita memaknainya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#psikologi #emosi tidak stabil #Menyalahkan Orang Lain #melempar kesalahan ke orang lain