RADARTUBAN — Jika kamu sering main ke mall dan merasa hanya “jadi penonton” saat orang lain belanja, tenang… kamu nggak sendirian!
Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan istilah-istilah kocak nan relate yang menggambarkan fenomena pengunjung mall zaman sekarang.
Mulai dari ROJALI, ROHANA, hingga ROHALUS, ketiganya sukses menggambarkan “gaya nongkrong modern” yang lebih banyak cuci mata ketimbang gesek dompet.
Tiga istilah ini viral karena mewakili jutaan orang yang datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk jalan-jalan, liat-liat, nanya-nanya, atau paling mentok... elus-elus baju sambil menatap dompet.
Berikut ulasan lengkapnya:
1. ROJALI = Rombongan Jarang Beli
Ini istilah paling banyak digunakan warganet. ROJALI menggambarkan sekelompok orang yang datang ke mall dengan gaya stylish, semangat tinggi, masuk dari satu toko ke toko lain—tapi nyaris tidak pernah belanja.
Paling banter beli es krim atau kopi yang bisa dibagi dua.
Ciri khas ROJALI:
✓ Outfit on point, isi kantong ngepas.
✓ Niat awal: “Cuma lihat-lihat dulu, nanti kalau cocok baru beli.”
✓ Ending: Pulang bawa kantong belanja kosong, tapi galeri HP penuh foto.
2. ROHANA = Rombongan Hanya Nanya
Jenis ini lebih ekstrem. Mereka datang ke mall lengkap dengan rasa penasaran tinggi. Masuk ke toko, langsung tanya harga, stok, diskon, bahkan detail bahan dan cara perawatan produk. Tapi setelah itu?
“Oke mbak, nanti saya pikir-pikir dulu ya...”
Dan ya, tak pernah kembali.
Ciri khas ROHANA:
✓ Pura-pura niat beli.
✓ Aktif nanya-nanya, bahkan minta tester parfum.
✓ Setelah ditanya balik, “Mau dibantu cari ukuran, Kak?” jawabnya: “Enggak usah dulu deh.”
3. ROHALUS = Rombongan Hanya Mengelus
Ini yang paling menyedihkan tapi juga paling jujur. Mereka datang, melihat-lihat, lalu mengelus barang incaran—baik itu baju branded, sepatu idaman, atau gadget terbaru. Lalu berdiri mematung beberapa detik, sebelum beranjak sambil menatap ke kejauhan.
Ciri khas ROHALUS:
✓ Lebih banyak menghela napas daripada mengeluarkan uang.
✓ Komentar standar: “Nanti aja deh, nunggu diskon.”
✓ Saat barang dipegang, mata berbinar. Saat lihat harganya, nyawa separuh hilang.
Fenomena Urban yang Dekat dengan Realita Ekonomi
Fenomena ROJALI, ROHANA, dan ROHALUS ini bukan cuma guyonan.
Di baliknya, ada realitas urban yang menggambarkan gaya hidup masyarakat saat daya beli sedang tertekan, tapi kebutuhan akan hiburan dan eksistensi tetap tinggi.
Mall pun tak lagi sekadar tempat belanja, tapi sudah jadi ruang sosial untuk healing, cari inspirasi OOTD, bahkan sekadar ngadem.
Dengan viralnya istilah-istilah ini, publik diajak tertawa sekaligus merenung. Bahwa mall hari ini sudah berubah fungsi jadi ruang ekspresi, eksistensi, dan eskapisme.
Meski tak beli, tetap ikut bahagia melihat-lihat. Dan siapa tahu, di kunjungan ke-47 nanti, baru bisa beli juga. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama