RADARTUBAN - Siapa sangka, di tengah kesibukan sebagai content creator dan penulis, Raditya Dika menyimpan sebuah rahasia hidup yang kini dia bagi ke publik.
Rahasia ini bukan tentang investasi saham atau trik menulis, melainkan tentang bagaimana menikmati hidup sepenuhnya, sebelum terlambat.
Dika mengaku, pandangannya tentang uang dan masa depan berubah drastis setelah membaca buku "Die with Zero" karya Bill Perkins. Buku ini berhasil mengguncang keyakinan lamanya tentang menabung dan menikmati hidup.
Apa saja pelajaran penting yang dia dapat? Simak selengkapnya.
Pentingnya Hidup Bukan Hanya Menabung
Buku "Die with Zero" mengajukan argumen yang cukup mengejutkan: tujuan utama hidup bukanlah menimbun uang sebanyak mungkin.
Raditya Dika menjelaskan bahwa menurut buku ini, uang seharusnya digunakan untuk mengalami dan menikmati hidup secara penuh.
Ini berarti, jangan tunda kebahagiaan hingga masa tua yang belum tentu bisa kita nikmati sepenuhnya. Kuncinya: pastikan uang Anda terpakai dan dinikmati sebelum Anda tiada.
Manfaatkan Masa Produktifmu Sekarang
Poin penting lainnya adalah urgensi memanfaatkan masa muda dan energi untuk mengumpulkan berbagai pengalaman.
Dika menyebutkan, banyak hal yang hanya bisa dinikmati optimal di usia tertentu.
Dia sendiri mengakui sempat ragu untuk "boros".
Namun, buku ini mendorongnya untuk lebih berani menikmati pengalaman hidup selagi masih muda dan bertenaga.
Investasi Terbaik: Bukan Cuma Aset, Tapi Pengalaman!
Konsep investasi juga diperluas. Buku ini mengajarkan bahwa investasi terbesar adalah untuk membeli pengalaman, bukan hanya aset materi.
Raditya Dika sendiri kini lebih memprioritaskan menciptakan "memori inti" melalui pengalaman bersama, yang tak selalu harus mahal.
Dia mencontohkan bagaimana kunjungan ke pameran buku atau seni bisa memberinya percakapan bermakna dan perasaan segar tanpa menguras kantong.
Sebagai tambahan, Dika juga merekomendasikan belajar Bahasa Inggris sebagai investasi pengalaman yang sangat berharga.
Dia menekankan bahwa kemampuan ini membuka gerbang ilmu, peluang, dan komunikasi global.
Untuk membantu, dia merekomendasikan Elsa Speak, sebuah aplikasi berbasis AI yang membantu meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris dengan simulasi percakapan dan feedback instan.
Bagi Hidupmu dalam "Time Buckets"!
Strategi unik yang diajukan buku ini adalah membagi hidup menjadi "keranjang waktu" atau time buckets (misalnya, usia 20-30, 30-40, dst.).
Di setiap "keranjang" ini, rencanakan pengalaman atau tujuan yang ingin dicapai.
Pendekatan terstruktur ini membantu visualisasi dan pencapaian target hidup sebelum waktu habis, memastikan setiap pengalaman dimaksimalkan saat Anda paling mampu.
Warisan? Beri Saat Masih Hidup!
Poin terakhir ini adalah yang paling kontroversial: berikan warisan saat Anda masih hidup.
Buku "Die with Zero" menyarankan untuk memberikan uang kepada anak, keluarga, atau amal selagi Anda masih hidup.
Tujuannya agar penerima bisa memanfaatkan dana tersebut saat mereka paling membutuhkan.
Raditya Dika sendiri mengaku masih merenungkan poin ini.
Kesimpulan: Hidup Penuh, Bukan Tabungan Penuh
Video Raditya Dika ini menawarkan perspektif segar tentang bagaimana menjalani hidup.
Pesan intinya jelas: geser fokus dari menimbun tabungan tanpa henti menjadi pengeluaran yang strategis dan berinvestasi pada pengalaman sepanjang hidup.
Pastikan Anda hidup sepenuhnya dan menikmati hasil jerih payah Anda sebelum terlambat.
Bagaimana menurut Anda? Apakah filosofi "Die with Zero" ini masuk akal? Atau Anda punya cara sendiri untuk mencapai kebahagiaan hidup? (*)
Editor : Yudha Satria Aditama