RADARTUBAN- Sebagai makhluk sosial, manusia kerap berinteraksi dengan beragam karakter orang.
Tidak jarang, harapan kita terhadap orang lain tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga memicu kekecewaan dan perasaan tidak dihargai.
Menurut Better Life, seperti dikutip JawaPos.com (5/25), perasaan tidak dihargai dapat memengaruhi harga diri dan kondisi emosional seseorang.
Hal ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis negatif, bahkan memicu konflik dalam hubungan.
Contoh sederhananya adalah ungkapan terima kasih. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan rasa syukur ada yang melalui kata-kata, pelukan, atau tindakan nyata.
Ketika bentuk apresiasi orang lain tidak sesuai dengan harapan kita, bisa timbul anggapan bahwa mereka tidak menghargai kita.
Gary Chapman, penulis buku The 5 Love Languages, menjelaskan bahwa setiap orang memiliki "bahasa cinta" yang berbeda.
Artinya, cara seseorang menunjukkan kasih sayang atau penghargaan sangat dipengaruhi oleh kepribadian, latar belakang, bahkan struktur otaknya.
Selain itu, perasaan tidak dihargai juga bisa muncul karena ketidakseimbangan dalam suatu hubungan, seperti ketika kita memberi lebih banyak tanpa mendapat timbal balik. Untuk mengatasinya, mencintai diri sendiri menjadi kunci utama.
Dengan berlatih mindfulness, menulis jurnal, atau merawat diri, kita bisa membangun rasa percaya diri dan optimisme.
Intinya, memahami bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan penghargaan dapat membantu mengurangi kekecewaan.
Di sisi lain, menghargai diri sendiri juga penting agar kita tidak bergantung sepenuhnya pada validasi orang lain. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni