RADARTUBAN- Psikologi mengungkapkan bahwa pengalaman masa kecil, termasuk jarang menerima pelukan, dapat memengaruhi perilaku seseorang di masa dewasa.
Kurangnya sentuhan fisik seperti pelukan saat kecil dapat meninggalkan jejak dalam cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Berikut tujuh tanda perilaku yang mungkin muncul pada orang yang jarang dipeluk saat kecil:
1. Kesulitan Menerima Sentuhan Fisik
Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau menghindar saat disentuh, atau sebaliknya, sangat menginginkan kontak fisik sebagai bentuk kompensasi.
Ketidaknyamanan ini muncul karena ketidakterbiasaan dengan ekspresi kasih sayang melalui sentuhan.
Baca Juga: Merasa Stres dan Jauh dari Pasangan? Pelukan dan Sentuhan Bisa Picu Oksitosin, Hormon Pemulih Relasi
2. Hambatan dalam Membangun Kedekatan Emosional
Individu ini sering kesulitan membuka diri dan berbagi perasaan karena takut ditolak.
Kurangnya validasi emosional di masa kecil membuat mereka membangun pertahanan diri yang kuat.
3. Sensitif terhadap Penolakan
Mereka cenderung menganggap penolakan kecil sebagai sesuatu yang personal dan menyakitkan. Hal ini berkaitan dengan perasaan tidak layak mendapatkan cinta dan perhatian.
4. Sulit Mengekspresikan Perasaan
Meski merasakan emosi yang dalam, mereka kesulitan mengungkapkannya secara verbal.
Kurangnya pengalaman komunikasi non-verbal melalui sentuhan menjadi salah satu penyebabnya.
5. Kemandirian Berlebihan
Mereka cenderung menolak bantuan orang lain, bahkan saat membutuhkannya, karena takut kecewa.
Sikap ini adalah mekanisme pertahanan untuk menghindari rasa ditinggalkan.
6. Lebih Nyaman Sendirian
Kesendirian memberi rasa aman dan menjadi cara untuk mengisi energi emosional.
Namun, ini bukan berarti mereka anti-sosial, melainkan cara mengelola kebutuhan interaksi.
7. Meremehkan Diri Sendiri
Mereka sering merendahkan pencapaiannya dan merasa tidak pantas mendapat pujian.
Perasaan tidak berharga ini bisa berasal dari kurangnya kasih sayang di masa kecil.
Memahami tanda-tanda ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan orang-orang yang memiliki latar belakang tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni