RADARTUBAN- Stres kronis seringkali tersembunyi dalam kebiasaan sehari-hari yang dianggap biasa.
Berikut lima tanda halus yang mungkin mengindikasikan beban emosional berlebihan:
1. Terus-menerus Mengecek Ponsel
Kebiasaan memeriksa notifikasi secara obsesif bisa meningkatkan kadar kortisol. Menurut American Psychological Association, "pemeriksa konstan" cenderung lebih stres dibandingkan mereka yang membatasi screen time.
Cobalah "digital sunset" (berhenti menggunakan gawai 20 menit sebelum tidur) untuk mengurangi kecemasan.
Baca Juga: Begadang Berlebihan Picu Pembuluh Darah Pecah di Otak, Pakar Kesehatan Peringatkan Dampaknya
2. Sulit Menolak Permintaan
Terlalu sering mengatakan "ya" bisa menjadi pelarian dari emosi yang tidak dihadapi. Padahal, menyisakan waktu kosong justru penting untuk pemulihan mental.
Mulailah dengan menolak satu komitmen kecil untuk melatih batasan diri.
3. Menunda Tidur demi "Me Time"
Balas dendam dengan begadang (revenge bedtime procrastination) sering terjadi ketika stres membuat kita merasa kehilangan kendali di siang hari.
Ganti binge-watching dengan ritual santai seperti membaca atau meditasi untuk tidur lebih nyenyak.
4. Sering Lupa Hal Kecil
Stres mengganggu fungsi hipokampus, area otak pengendali memori. Jika sering lupa meletakkan barang atau tugas harian, coba tulis daftar prioritas di pagi hari untuk mengurangi beban kognitif.
5. Rahang Kaku atau Gigi Gemeretak
Bruxism (menggemeretakkan gigi) adalah respons fisik terhadap stres kronis. Gejalanya antara lain sakit kepala pagi atau gigi yang aus.
Latih relaksasi rahang dengan meletakkan lidah di antara gigi atau melakukan pernapasan diafragma sebelum tidur.
Kebiasaan ini mungkin terlihat biasa, tetapi jika terjadi terus-menerus, bisa jadi sinyal tubuh membutuhkan istirahat mental.
Prioritaskan self-check rutin dan teknik relaksasi sederhana untuk mengelola stres sebelum berdampak lebih serius. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni