RADARTUBAN - Diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang biasanya menyerang orang tua, penyakit tersebut ditandai dengan melonjaknya kadar gula darah, hal itu terjadi karena tubuh tidak dapat mengolah gula darah menjadi energi sehingga terjadi penumpukan di dalam tubuh.
Penyakit tersebut termasuk ke dalam penyakit yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak, sehingga orang dengan keturunan diabetes berisiko lebih besar memiliki penyakit yang sama.
Dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Permata Hijau, dr. Pandu Tridana Sakti, menjelaskan bahwa risiko diabetes tidak hanya ditentukan oleh genetik, tetapi juga gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, pilihan makanan sangat memengaruhi kondisi tubuh.
"Meskipun penyakit diabetes karena faktor keturunan bisa muncul, tetapi bisa dicegah melalui gaya hidup konsumsi makanan sehat. Hindari makanan cepat saji dan yang digoreng," ujar Pandu Tridana Sakti, dikutip dari Jawa Pos, Rabu (20/8).
Sebagai pengganti makanan cepat saji, masyarakat disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, atau ubi jalar yang kaya serat.
Makanan berserat mampu memperlambat penyerapan gula sekaligus membuat kenyang lebih lama.
Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berkisar antara 18,5-24,9 serta rutin berolahraga minimal lima kali dalam sepekan dengan durasi selama 30-45 menit.
Aktivitas fisik lainnya seperti berenang dan bersepeda dinilai efektif menjaga kebugaran sekaligus mengendalikan gula darah.
Upaya lain dalam mengurangi risiko diabetes karena faktor genetik adalah pemeriksaan gula darah secara rutin, baik mandiri di rumah maupun melalui fasilitas kesehatan, juga dianjurkan untuk deteksi dini.
Pasalnya, diabetes kerap berkembang perlahan dalam hitungan bulan hingga tahun, bahkan sering kali baru terdeteksi lewat medical check-up.
Dewasa ini diabetes juga marak menyerang anak muda.
Menurut Dokter Pandu Tridana Sakti menyebutkan ciri-ciri terkena diabetes adalah meningkatnya intensitas jumlah urine, merasa mudah lapar, mudah merasa lelah, serta memiliki luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
"Di usia muda, kebanyakan orang cenderung mempunyai pola makan yang tidak sehat. Ketika mengonsumsi gula secara berlebihan, terjadi peningkatan resistensi insulin. Peningkatan resistensi insulin membuat tubuh tidak dapat memproses kelebihan gula dengan baik. Lonjakan kadar gula darah kemudian tak bisa terhindarkan dan memicu penyakit diabetes melitus tipe 2,” kata dokter Pandu Tridana. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama