RADARTUBAN — Membangun pertemanan di kampus sering kali menjadi tantangan besar bagi mahasiswa pemalu dan introvert.
Rasa canggung, takut ditolak, serta perbedaan latar belakang membuat proses berinteraksi tidak selalu berjalan mulus.
Padahal, ikatan pertemanan yang kuat sangat penting untuk mendukung kehidupan akademik maupun sosial selama masa studi.
Survei yang dikutip dari stylecraze.com menunjukkan bahwa ekstrovert cenderung lebih diuntungkan dalam menjalin relasi baru.
Sebanyak 50% responden menilai ekstrovert lebih mudah saat berinteraksi secara personal, sedangkan hanya 14% yang menilai introvert memiliki keunggulan.
Dalam konteks kelompok, 69% responden juga menilai ekstrovert lebih unggul dibandingkan introvert yang hanya 8%.
Meski begitu, mahasiswa pemalu tetap bisa membangun lingkaran pertemanan dengan strategi yang tepat. Menurut spunout.ie, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Aktif di grup kelas daring.
Banyak kelas membentuk grup di media sosial untuk berkomunikasi, yang dapat dimanfaatkan sebagai jembatan awal mengenal teman sekelas.
2. Mengikuti kegiatan malam hari.
Seminar atau workshop di kampus memberikan suasana santai yang mendukung interaksi di luar kelas dan dapat membangun hubungan sosial yang positif.
3. Bergabung dengan klub atau organisasi.
Pilihan kegiatan sesuai minat, seperti seni, jurnalistik, atau komunitas hobi, memudahkan memperluas jaringan sosial dan mempertemukan sesama mahasiswa yang memiliki minat dan bakat yang serupa.
4. Memanfaatkan waktu luang di kampus.
Mengobrol di kafe, berdiskusi ringan, atau sekadar berjalan-jalan dapat membuka peluang pertemanan dan membangun chemistry agar saling merasa nyaman ketika saling berinteraksi.
5. Bersikap ramah dan terbuka.
Senyum, salam, atau percakapan ringan adalah langkah kecil yang berdampak besar dalam membangun komunikasi, khususnya bagi mahasiswa yang pemalu dan introvert. .
Dengan konsistensi dan keberanian memulai interaksi, mahasiswa pemalu maupun introvert dapat lebih mudah menyesuaikan diri, menemukan teman baru, dan membangun hubungan sosial yang sehat di kampus. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni