Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Psikolog Ungkap Bahaya Berlebihan Medsos Utama bagi Kualitas Tidur

Ika Nur Jannah • Rabu, 3 September 2025 | 11:05 WIB
Psikolog sebut aktivitas emosional di medsos picu stres, kecemasan, hingga gangguan tidur jika dilakukan menjelang istirahat malam.
Psikolog sebut aktivitas emosional di medsos picu stres, kecemasan, hingga gangguan tidur jika dilakukan menjelang istirahat malam.

RADARTUBAN - Aktivitas berinteraksi di media sosial yang berlebihan tidak hanya menyita waktu tetapi juga dapat mengganggu kualitas tidur.

Bukan sekadar lamanya menatap layar gadget, melainkan seberapa sering seseorang membuka platform media sosial dan interaksi emosional saat berinteraksi yang lebih berperan dalam menurunkan kualitas tidur, menurut penelitian terbaru.

Seorang psikolog menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas kognitif sebelum tidur akibat interaksi di media sosial, serta efek perbandingan sosial, menjadi faktor utama yang menghubungkan penggunaan media sosial dengan gangguan tidur.

Konten-konten yang memancing emosi, baik menyenangkan maupun mengganggu, dapat membuat otak tetap aktif dan susah rileks menjelang waktu tidur.

Misalnya, kebiasaan doomscrolling atau terlibat dalam kolom komentar yang memicu stres dan kecemasan.

Selain itu, paparan cahaya biru dari layar smartphone memperlambat produksi hormon melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun, sehingga menghambat proses awal tidur dan menyebabkan fragmentasi tidur.

Rasa cemas dan pikiran berulang (ruminasi) karena tekanan sosial dari media sosial juga dapat memperparah gangguan tidur.

Dampaknya adalah menurunnya efisiensi tidur, sering terbangun malam hari, dan rasa lelah saat bangun pagi, yang berpengaruh negatif terhadap fungsi kognitif dan produktivitas sehari-hari.

Penelitian yang melibatkan ratusan responden menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan dan tingkat emosi emosional pada media sosial lebih menentukan buruknya kualitas tidur dibandingkan durasi layar yang digunakan.

Sehingga, psikolog menyarankan untuk membatasi interaksi media sosial terutama menjelang tidur agar kualitas istirahat tidak terganggu.

Dengan meningkatnya kesadaran akan efek penggunaan media sosial terhadap tidur, masyarakat diharapkan dapat mengelola waktu penggunaan media sosial dengan lebih bijak demi kesehatan mental dan fisik yang optimal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#psikolog #penelitian #media sosial #tidur #medsos