RADARTUBAN - Bahaya mengkonsumsi aci setiap hari menjadi perhatian serius, karena jajanan seperti cilok, cimol, dan cilor yang berbahan dasar tepung tapioka berisiko jika dikonsumsi secara berlebihan.
Aci, atau tepung tapioka sering digunakan dalam jajanan favorit seperti cilok, cimol, cilor, dan cireng.
Meski rasanya menggugah selera, bahaya mengonsumsi aci setiap hari patut diwaspadai, terutama dari sisi kesehatan.
1. Kandungan Nutrisi yang Minim
Tepung tapioka tinggi kalori dan karbohidrat, tetapi rendah protein, serat, vitamin, dan mineral.
Kandungan seperti itu tidak seimbang jika dijadikan makanan harian terus-menerus.
2. Berisiko Obesitas dan Masalah Metabolik
Karbohidrat tinggi yang tidak diimbangi aktivitas fisik bisa memicu obesitas dan berpotensi mengarah ke penyakit jantung.
3. Hipertensi dan Aditif Berbahaya
Tambahan saus atau bumbu di cilok dan cimol sering mengandung garam dan penyedap rasa berlebihan. Konsumsi berlebihan dapat memicu hipertensi.
4. Potensi Keracunan dan Bahaya Bahan Kimia
Penggunaan pengawet tidak resmi seperti boraks dan formalin untuk membuat cilok tahan lama bisa menyebabkan keracunan bahkan kanker.
5. Risiko Alergi dan Gluten Sensitivitas
Tepung tapioka dapat memicu alergi silang (lateks-buah), apalagi bagi penderita intoleransi gluten atau penyakit celiac.
6. Dampak pada Ibu Hamil dan Pendidikan Anak
Pendapatan informasi dari KlikDokter menyebut, cilok tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena risiko kontaminasi dan penurunan kualitas nutrisi.
Kasus keracunan massal di sekolah setelah makan cimin menunjukkan bahwa jajanan berbahan aci juga berbahaya bagi anak-anak jika pengolahannya tidak higienis.
7. Manfaat Bila Diolah dengan Benar
Jika diolah dengan benar dan dikonsumsi sewajarnya, tepung tapioka memiliki manfaat seperti menjadi sumber energi, aman untuk diet bebas gluten, dan bantu pencernaan melalui kandungan pati resisten, namun manfaat ini hanya berlaku dalam batas wajar.
Kesimpulan
Mengonsumsi aci, seperti cilok, cimol, atau cilor setiap hari dapat menimbulkan beberapa bahaya: dari obesitas, hipertensi, hingga risiko alergi dan keracunan.
Namun apabila diolah secara bersih dan dikonsumsi terbatas sebagai camilan sesekali, manfaat tertentu tetap mungkin diperoleh. Konsumsi yang seimbang dan kebersihan pengolahan adalah kunci. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama