RADARTUBAN — Era digital membuat masyarakat sulit lepas dari layar gawai, laptop, hingga televisi.
Namun, kebiasaan berlama-lama menatap layar berisiko menimbulkan kelelahan, gangguan mata, hingga menurunkan kualitas tidur.
Meski begitu, mengurangi screen time bukan berarti mengurangi produktivitas. Justru, pengaturan waktu yang bijak membantu menjaga keseimbangan hidup.
Atur Jadwal dengan Disiplin
Tanpa batasan, banyak orang terjebak berjam-jam berselancar di media sosial.
Membuat jadwal khusus untuk bekerja, belajar, hingga hiburan digital, lalu berhenti sesuai waktu yang ditentukan, menjadi langkah awal mengontrol screen time.
Terapkan Teknik Pomodoro
Saat bekerja di depan layar, metode pomodoro bisa diterapkan. Pola 25 menit kerja diselingi 5 menit istirahat membantu mata dan tubuh tetap segar.
Istirahat singkat dapat diisi dengan berjalan, peregangan, atau minum air putih.
Alihkan ke Aktivitas Offline
Untuk hiburan, masyarakat dianjurkan beralih ke kegiatan non-digital.
Membaca buku fisik, memasak, berkebun, atau berolahraga ringan bisa menjadi pilihan sehat sekaligus menyenangkan.
Batasi Notifikasi yang Mengganggu
Notifikasi ponsel dan laptop seringkali membuat pengguna sulit berhenti.
Menonaktifkan pemberitahuan yang tidak penting dapat membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi durasi layar.
Luangkan Waktu untuk Refleksi
Momen tanpa layar bisa digunakan untuk menulis jurnal, meditasi, atau sekadar duduk tenang.
Aktivitas ini bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan mengurangi stres akibat paparan informasi berlebih.
Dengan menerapkan lima langkah tersebut, masyarakat diimbau lebih bijak mengatur screen time.
Mengurangi waktu layar bukan hanya menjaga kesehatan mata, tetapi juga meningkatkan konsentrasi serta memberi ruang bagi aktivitas yang lebih bermanfaat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni