Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Luka Batin yang Tak Sembuh: 8 Perilaku Halus Orang Dewasa yang Pernah Mengalami Penelantaran di Masa Kecil

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 14 September 2025 | 04:05 WIB

 

Ilustrasi orang dewasa yang duduk sendiri di sebuah ruangan dengan wajah sedih
Ilustrasi orang dewasa yang duduk sendiri di sebuah ruangan dengan wajah sedih

RADARTUBAN- Ketika seorang anak tumbuh tanpa perhatian, kasih sayang, atau rasa aman, dampaknya tak selalu terlihat di permukaan.

Tapi jauh di dalam, pengalaman itu bisa menetap, membentuk cara mereka menjalin hubungan, mempercayai orang lain, bahkan memahami diri sendiri saat dewasa.

Menurut Geediting.com (Jumat, 12/9), luka dari masa lalu seringkali tidak hilang begitu saja dia berubah bentuk, menyelinap dalam perilaku halus yang muncul di masa dewasa.

Trauma yang pernah dialami saat kecil bisa memengaruhi cara seseorang bersikap, berkomunikasi, atau membangun hubungan, meski tak selalu disadari.

Mengenali tanda-tanda ini bukanlah soal mencari kesalahan, melainkan membuka ruang untuk memahami lebih dalam dan merawat dengan empati.

1. Sering Berlebihan dalam Hubungan

Bagi sebagian orang yang pernah merasa diabaikan di masa kecil, hubungan dewasa bisa menjadi medan perjuangan untuk merasa aman dan dicintai.

Mereka cenderung memberikan segalanya perhatian yang berlimpah, kasih sayang tanpa batas, bahkan rela mengorbankan kebutuhan diri sendiri demi pasangannya.

Baca Juga: Depresi Terselubung: Saat Wajah Ceria Menyembunyikan Luka Batin

2. Sulit Membangun Rasa Percaya

Bagi mereka yang pernah merasa tak diinginkan atau diabaikan saat kecil, kepercayaan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah.

Mereka tumbuh dengan kewaspadaan yang tinggi, selalu berjaga-jaga seolah dunia bisa runtuh kapan saja.

Di balik sikap hati-hati itu, tersimpan ketakutan akan dikhianati, ditinggalkan, atau disakiti lagi seperti dulu.

3. Sangat Takut Komitmen

Salah satu tanda yang paling terasa adalah ketakutan mendalam terhadap komitmen.

Bagi sebagian orang yang pernah merasa ditinggalkan atau diabaikan saat kecil, komitmen bukan sekadar janji dia bisa terasa seperti ancaman.

4. Hiper-independen

Saat kecil, mereka belajar bahwa tak ada yang akan datang menolong, tak ada pelukan yang menenangkan, tak ada suara yang berkata, “Kamu aman.”

Maka mereka membangun benteng sendiri, belajar berdiri tanpa bergantung. Saat dewasa, pola itu tetap melekat.

Baca Juga: Memahami Depresi: Bukan Soal Kurang Iman, tapi Luka Batin yang Butuh Penyembuhan

5. Perasaan Tidak Berharga

Dia tumbuh dari luka batin yang pernah tertanam dalam dari masa ketika cinta dan pengakuan terasa jauh, atau bahkan tak pernah datang.

Maka, meski dunia memberi tepuk tangan, mereka tetap bertanya-tanya apakah kebahagiaan itu benar-benar untuk mereka.

6. Terus mencari pengakuan

Maka saat dewasa, mereka bekerja keras, meraih prestasi, menjadi yang terbaik di sekolah, kantor, atau bidang apa pun yang mereka tekuni.

Tapi di balik semua itu, ada dorongan yang lebih dalam keinginan untuk mendapat persetujuan, untuk merasa cukup, untuk mengisi ruang kosong yang dulu ditinggalkan oleh penelantaran.

7. Sulit Mengekspresikan Emosi

Bukan karena mereka tidak punya perasaan justru sebaliknya, mereka merasakannya dengan sangat dalam.

Tapi mereka belajar sejak dini bahwa menunjukkan sisi rapuh bisa berujung pada penolakan atau rasa sakit.

8. Memiliki Tingkat Ketahanan Diri yang Tinggi

Di balik luka dan perjalanan yang tak mudah, ada satu hal yang tumbuh diam-diam namun kuat ketahanan diri.

Mereka yang pernah terluka, ditinggalkan, atau diabaikan, telah belajar untuk bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena mereka tak punya pilihan lain selain terus melangkah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#komitmen #trauma #Sulit Membangun Rasa Percaya #luka batin #tumbuh tanpa kasih sayang #dewasa