RADARTUBAN - Mengapa kucing makan rumput sering menjadi pertanyaan bagi para pemilik hewan peliharaan ini.
Meski tampak aneh, perilaku tersebut ternyata memiliki kaitan erat dengan hairball pada kucing.
Studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Behavior mengungkapkan bahwa kebiasaan ini tidak sekadar iseng, melainkan bisa menjadi cara alami kucing dalam mengatasi gumpalan bulu.
Kebiasaan Kucing yang Aneh tapi Punya Fungsi
Bagi pemilik hewan berbulu ini, menemukan gumpalan bulu yang dimuntahkan bukanlah hal asing. Fenomena tersebut merupakan efek samping dari aktivitas grooming.
Di sisi lain, kucing makan rumput atau tanaman hias juga kerap terlihat sehari-hari. Peneliti dari High Point University, North Carolina, menemukan hubungan antara dua hal itu.
Mereka menduga bahwa permukaan bergerigi pada rumput membantu melonggarkan bulu di dalam saluran pencernaan.
Bukti Mikroskopis di Balik Hairball pada Kucing
Untuk membuktikan dugaan tersebut, peneliti memeriksa gumpalan bulu dari dua kucing yang dipelihara salah satu ilmuwan.
Dengan mikroskop elektron, mereka melihat adanya helai tanaman dengan tepi tajam serta trikom berbentuk duri mikroskopis.
Struktur ini terbukti mampu menjebak rambut kucing, mirip dengan cara serat selulosa bekerja pada makanan hewan komersial untuk mengurangi hairball pada kucing.
Kucing dan Tanaman: Lebih dari Sekadar Nutrisi
Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan kucing memakan rumput tidak hanya terkait dengan nutrisi. Mereka mungkin menggunakan tanaman sebagai alat alami untuk membersihkan tubuh dari efek samping grooming.
Meski demikian, penelitian masih menyisakan pertanyaan lain. Salah satunya, mengapa anjing yang jarang mengalami hairball juga sering makan rumput?
Eksperimen Lanjutan Lewat Kotoran Kucing
Peneliti berencana melanjutkan eksperimen untuk mengetahui apakah rumput tidak hanya membantu mengeluarkan bulu lewat muntahan, tetapi juga melalui saluran pencernaan hingga keluar bersama kotoran.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan mengapa kucing makan rumput akan semakin jelas di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni