Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali Late Insomnia, Saat Tubuh Terbangun Lebih Awal dan Sulit Tidur Lagi

Dyah Ayu Oktiara Putri • Jumat, 26 September 2025 | 02:43 WIB
Ilustrasi late insomnia, kondisi yang membuat seseorang terbangun dini hari lebih awal.
Ilustrasi late insomnia, kondisi yang membuat seseorang terbangun dini hari lebih awal.

RADARTUBAN - Pernah terbangun tengah malam atau dini hari tanpa alasan jelas?

Jangan anggap sepele.

Bisa saja itu karena gangguan tidur yang bernama late insomnia.

Late insomnia sendiri adalah kondisi yang membuat seseorang sering terbangun dini hari lebih awal dari yang diinginkan, lalu kesulitan untuk kembali tidur meski tubuh masih merasa lelah.

Melansir dari CNN Indonesia, dokter spesialis tidur, Angela Holliday-Bell, menjelaskan bahwa late insomnia bukanlah diagnosis medis resmi, tetapi digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terbangun spontan 1,5–2 jam lebih awal dari jadwal tidur.

Jika kondisi ini terjadi lebih dari tiga kali seminggu selama tiga bulan, barulah disebut sebagai late insomnia.

Menurut studi dalam jurnal Sleep Medicine Clinics, siapa saja bisa mengalami gangguan ini.

Namun, risiko lebih besar dialami seiring pertambahan usia karena perubahan ritme sirkadian dan penurunan produksi hormon melatonin.

Selain faktor usia, pergeseran hormonal juga berpengaruh.

Bagi wanita, masa perimenopause dan menopause kerap menurunkan kadar estrogen dan progesteron.

Kondisi tersebut berdampak pada pusat tidur di otak, ditambah dengan ritme sirkadian yang tidak stabil serta peningkatan kortisol.

Akibatnya, tidur menjadi lebih ringan dan terfragmentasi.

Bahkan, keringat malam dan hot flashes sering kali membangunkan wanita di pagi buta.

Tak hanya itu, masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga dapat memicu late insomnia.

Penelitian menunjukkan depresi bisa menyebabkan perubahan ritme sirkadian dan lonjakan kadar kortisol, sehingga penderitanya lebih mudah terbangun dini hari.

Kualitas tidur yang buruk berdampak langsung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Karena itu, mengenali penyebab late insomnia sejak dini penting dilakukan agar tidur kembali nyenyak dan kesehatan tetap terjaga. (*)

Editor : radar tuban digital
#otak #nyenyak #kondisi #Menurunkan #hormon melatonin #insomnia #terbangun #jadwal tidur #KESULITAN #Estrogen #progesteron #hormonal #Peningkatan #dini hari #Ritme Sirkadian