Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Quarter Life Crisis: Tekanan Sosial, Karier, dan Identitas Diri Anak Muda

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Sabtu, 27 September 2025 | 01:31 WIB
Ilustrasi seseorang yang kebingungan karena terdapat berbagai pilihan dan tekanan hidup.
Ilustrasi seseorang yang kebingungan karena terdapat berbagai pilihan dan tekanan hidup.

RADARTUBAN - Peristiwa quarter life crisis kini semakin relevan, mengingat tantangan ekonomi dan perubahan sosial yang dinamis saat ini.

Fathia Fairuza bersama Xaviera Putri mengupas tentang quarter life crisis pada Kamis (18/9) dalam podcast di Kanal YouTube Zahid Ibrahim.

Quarter life crisis sendiri merupakan suatu fase yang muncul pada usia 20 hingga 30 tahun, orang muda akan merasakan kebingungan dan kegelisahan tentang berbagai aspek hidup seperti karir, hubungan, dan identitas diri.

Dalam situasi ini, mereka akan merasakan tekanan besar dari lingkungan sosial dan harapan masyarakat untuk mencapai berbagai tonggak kehidupan seperti memiliki pekerjaan tetap, rumah, pasangan, bahkan anak.

Quarter life crisis sering dimulai saat seseorang menyelesaikan pendidikan formal dan memasuki dunia kerja.

Banyak yang merasa belum menemukan arah yang jelas pada titik ini, sementara teman-teman seumurannya sudah mulai stabil.

Hal ini menimbulkan rasa FOMO (fear of missing out) dan kecemasan tentang masa depan.

Disruptive technology seperti AI juga membuat pasar kerja semakin kompetitif dan tidak pasti, sehingga menambah tekanan untuk terus mengasah kemampuan dan menemukan keunggulan kompetitif masing-masing.

Tidak ada jawaban pasti kapan saat yang tepat untuk mengambil risiko, karena kondisi setiap individu berbeda, tergantung pada tanggungan keuangan, tanggung jawab keluarga, dan kesiapan pribadi.

Karena tidak ingin mengambil risiko yang besar, kini banyak yang memastikan untuk memiliki safety net terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar seperti memulai usaha atau berpindah karir.

"Intinya, jangan pernah takut untuk mencoba, jangan pernah takut untuk gagal. Yang penting adalah, dari kegagalan itu, kita bisa bangkit lagi," tutur Fathia Fairuza.

Tekanan sosial untuk memiliki rumah, anak, dan kendaraan juga menjadi beban nyata yang dihadapi generasi muda, terutama di negara dengan kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Banyak yang merasa sulit memenuhi ekspektasi tersebut tanpa mengorbankan keseimbangan hidup dan kebahagiaan pribadi.

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya menghargai perjalanan hidup masing-masing individu dan menetapkan batasan dari tekanan sosial yang tidak realistis.

Keterampilan hidup dasar dan kemandirian, terutama yang didapat dari pengalaman merantau atau tinggal jauh dari keluarga dapat membantu untuk menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan kehidupan dewasa.

Adaptabilitas juga dianggap sebagai kunci utama agar bisa terus bertahan dan berkembang dalam kondisi dunia yang terus berubah.

Penting juga untuk tetap terbuka terhadap peluang, memiliki perencanaan keuangan yang matang, serta menjaga keseimbangan antara ambisi dan kenyamanan pribadi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#fomo #Quarter Life Crisis #masa depan #Podcast