Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trauma Lama Sulit Hilang? Begini Penjelasan Psikologi tentang Cara Otak Menyimpan Luka Masa Lalu

Cicik Nur Latifah • Senin, 29 September 2025 | 17:15 WIB
Trauma lama tersimpan dalam otak sebagai bentuk perlindungan, namun jika tidak dikelola bisa mengganggu kesehatan mental
Trauma lama tersimpan dalam otak sebagai bentuk perlindungan, namun jika tidak dikelola bisa mengganggu kesehatan mental

RADARTUBAN – Banyak orang kerap bertanya, mengapa kenangan buruk begitu sulit dihapus meski sudah berusaha melupakannya?

Pengalaman traumatis, baik karena kekerasan, penolakan, maupun kegagalan, memang sering muncul kembali dalam bentuk kilas balik, mimpi buruk, hingga rasa cemas berlebihan.

Fenomena ini tidak terjadi secara kebetulan. Menurut penjelasan sejumlah pakar psikologi, otak manusia memang dirancang untuk mendeteksi ancaman dan menyimpan pengalaman emosional yang intens.

Saat terjadi peristiwa traumatis, bagian otak yang bernama amigdala akan aktif.

Ia menghubungkan memori emosional dengan sistem saraf tubuh, sehingga tubuh pun “mengingat” pengalaman buruk itu.

Akibatnya, detak jantung bisa meningkat, keringat dingin muncul, atau rasa takut tiba-tiba menyeruak. Kondisi ini dikenal sebagai body memory.

Psikolog klinis dr. Andri, SpKJ, menjelaskan bahwa mekanisme ini sebenarnya bertujuan melindungi individu dari bahaya serupa di masa depan.

Namun, dalam praktiknya, justru membuat seseorang merasa terjebak di masa lalu.

Trauma yang tidak terselesaikan juga bisa memengaruhi pola pikir dan hubungan sosial.

Individu lebih mudah curiga, takut berkomitmen, atau menghindari situasi baru karena merasa tidak aman.

Dampak psikologisnya beragam, mulai dari gangguan kecemasan, depresi, sulit tidur, hingga keluhan psikosomatis.

Seseorang bahkan bisa kehilangan rasa percaya diri dan memandang hidup secara negatif.

Meski sulit dihapus total, trauma bisa dikelola. Langkah yang disarankan antara lain menyadari dan menerima pengalaman pahit, menjalani terapi psikologi seperti CBT atau EMDR, melakukan journaling, melatih pernapasan dan mindfulness, serta membangun lingkungan yang suportif.

Konsistensi menjadi kunci. Trauma tidak hilang dalam semalam, tetapi dengan usaha yang berkesinambungan, luka lama bisa perlahan sembuh.

Kesadaran diri, bantuan profesional, dan dukungan orang terdekat akan membuka jalan menuju pemulihan dan kehidupan yang lebih sehat secara emosional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kenangan buruk #memori #trauma #amigdala #Emosional