Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rahasia Pernikahan Langgeng Menurut Konselor Pernikahan Oma Cun: Belajar Ngalah dan Sabar

Silva Ayu Triani • Rabu, 1 Oktober 2025 | 01:10 WIB
Ilustrasi Kebersamaan pasangan lanjut usia menjadi simbol keharmonisan rumah tangga yang langgeng.
Ilustrasi Kebersamaan pasangan lanjut usia menjadi simbol keharmonisan rumah tangga yang langgeng.

RADARTUBAN - Membangun rumah tangga yang langgeng dan harmonis membutuhkan lebih dari sekadar cinta serta komitmen.

Sebab salah satu kunci penting yang sering diabaikan adalah kemampuan untuk mengalahkan ego pribadi.

Egoisme dalam pernikahan kerap menjadi pemicu konflik, bahkan menjadi alasan utama retaknya hubungan keluarga modern.

Oma Cun, konselor pernikahan senior dengan pengalaman lebih dari empat dekade di bidang konseling keluarga, mengungkapkan rahasia keberhasilan dalam membangun rumah tangga.

Sekaligus mencapai kedewasaan batin, yang ia sampaikan melalui podcast Wellspring Conversation pada Jumat (25/5).

Menurutnya, keberhasilan pernikahan jangka panjang sangat ditentukan oleh kesediaan pasangan untuk mengalahkan ego masing-masing.

Banyak persoalan rumah tangga bermula dari sikap keengganan pasanganuntuk mengalah dan menuntut agar pasangan menerima diri sepenuhnya tanpa upaya memperbaiki diri. Sikap menuntut agar diri diterima apa adanya justru menunjukkan ketidakdewasaan.

“Inilah saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, terimalah saya apa adanya. No! Itu orang yang tidak mau berubah,” tegas Oma Cun.

Kedewasaan sejati ditandai dengan kesediaan untuk berubah dan menyesuaikan diri demi keutuhan keluarga.

Seiring bertambahnya usia, seseorang harus berjuang mencapai kedewasaan batin dan belajar menerima orang lain apa adanya, bukan menuntut agar diri sendiri diterima tanpa syarat perubahan.

Kedewasaan batin bukan hanya konsep, tetapi sikap hidup yang harus dilatih setiap hari.

Seseorang perlu memiliki kekuatan untuk bersikap tenang, sabar, dan mengalah demi menciptakan rumah tangga sebagai “pelabuhan yang damai.”

Bahkan ketika merasa berada di pihak yang benar, kemampuan menahan diri tetap penting demi menghindari keretakan rumah tangga.

“Percaya, diam, sabar, ngalah, itu kunci kehidupan,” ujar Oma Cun.

Dalam konteks peran pasangan, keberlangsungan dan keselamatan sebuah keluarga seringkali sangat bergantung pada kebijaksanaan pihak istri.

Ketika istri mampu bersikap dewasa, mengedepankan sikap tenang dan kompromi, serta menahan emosi, maka peluang mempertahankan keutuhan rumah tangga akan semakin besar.

Di sisi lain, perubahan zaman menuntut adanya pergeseran cara pandang dalam lingkup keluarga besar.

Pihak yang lebih tua, seperti orang tua atau mertua, justru diharapkan lebih dahulu bersikap bijak demi melindungi anak-anaknya dari konflik.

Selain itu, Oma Cun menekankan pentingnya menjaga pikiran positif.

Menurutnya, pikiran negatif hanya akan menghasilkan tindakan destruktif dan memperburuk suasana rumah. Sebaliknya, pikiran yang positif mampu menciptakan energi baik yang memperkuat hubungan.

Dia juga mengingatkan agar pasangan berhenti mengungkit kesalahan di masa lalu. Konsep pengampunan didefinisikan secara unik: "Forgive not forget, but remembering without pain."

“Memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi mengingat tanpa rasa sakit,” jelasnya.

Sementara itu, narsisme dan perilaku yang haus perhatian disebutnya sering berakar dari luka batin dan rasa tidak aman.

Untuk mengatasinya, seseorang harus belajar menerima diri apa adanya tanpa selalu membutuhkan validasi dari orang lain.

Dengan begitu, seseorang tidak akan menjadi pembuat masalah (trouble maker), melainkan hadir sebagai solusi dan berkat bagi keluarga maupun lingkungannya.

Warisan hidup, bukan ditentukan oleh seberapa keras seseorang memperjuangkan egonya, melainkan oleh pilihan untuk dikenang sebagai sumber masalah atau teladan yang memberi kedamaian dan makna. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rumah tangga #pernikahan #harmonis #Podcast