Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Anak Zaman Sekarang Lebih Aktif, Apa Pengaruh Pola Asuh Orang Tua?

M. Afiqul Adib • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi gaya parenting orang tua zaman sekarang.
Ilustrasi gaya parenting orang tua zaman sekarang.

RADARTUBAN – Kalau kita amati, anak-anak zaman sekarang jauh lebih aktif dibanding generasi sebelumnya.

Mereka lebih berani bicara, lebih cepat menangkap informasi, dan kadang lebih kritis dalam menanggapi sesuatu.

Di satu sisi, ini membanggakan.

Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah pola asuh orang tua ikut berperan dalam perubahan ini?

Jawabannya: tentu saja iya.

Pola asuh bukan sekadar cara mendidik, tapi juga cerminan nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini.

Dan ketika dunia berubah, pola asuh pun ikut bergeser.

Dari Otoriter ke Demokratis

Dulu, banyak orang tua menerapkan pola asuh yang cenderung otoriter.

Anak harus patuh, tidak banyak bicara, dan tidak boleh membantah.

Tapi sekarang, pola asuh mulai bergeser ke arah yang lebih demokratis.

Anak diajak berdiskusi, diberi ruang untuk berpendapat, bahkan dilibatkan dalam pengambilan keputusan kecil di rumah.

Perubahan ini membuat anak lebih percaya diri.

Mereka merasa suaranya didengar, pikirannya dihargai, dan keberadaannya diakui.

Maka tak heran jika anak-anak sekarang lebih aktif, lebih ekspresif, dan lebih berani tampil di depan umum.

Pengaruh Teknologi dan Keterbukaan Informasi

Pola asuh orang tua zaman sekarang juga dipengaruhi oleh teknologi.

Banyak orang tua yang sadar bahwa anak-anak mereka tumbuh di era digital.

Maka, mereka tidak lagi melarang total, tapi mulai mengarahkan.

Anak boleh main gadget, asal tahu batas.

Boleh nonton YouTube, asal tahu mana yang layak ditonton.

Keterbukaan informasi ini membuat anak-anak lebih cepat belajar.

Mereka tahu banyak hal sejak kecil, dari cara membuat slime sampai isu lingkungan.

Dan ketika orang tua mendampingi dengan bijak, anak-anak bisa tumbuh aktif tanpa kehilangan arah.

Aktif Bukan Berarti Nakal

Sayangnya, masih ada anggapan bahwa anak yang aktif itu “nakal.”

Padahal, aktif bukan berarti tidak sopan.

Aktif berarti punya energi, punya rasa ingin tahu, dan punya semangat untuk mencoba.

Justru anak yang terlalu diam kadang perlu diperhatikan, bisa jadi anak tidak merasa aman untuk bicara.

Pola asuh yang sehat akan membantu anak menyalurkan keaktifannya dengan cara yang positif.

Misalnya lewat kegiatan seni, olahraga, atau diskusi ringan di rumah.

Anak yang aktif tapi didampingi dengan baik akan tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan adaptif.

Pola Asuh Adalah Investasi Jangka Panjang

Anak-anak zaman sekarang memang lebih aktif.

Tapi itu bukan semata-mata karena zaman berubah, melainkan karena pola asuh ikut berkembang.

Orang tua yang mau belajar, mau mendengar, dan mau mendampingi akan melahirkan generasi yang tidak hanya aktif, tapi juga bijak.

Karena pada akhirnya, pola asuh bukan soal mengatur anak, tapi soal membentuk manusia.

Anak yang aktif hari ini bisa jadi pemimpin yang bijak di masa depan, asalkan sejak kecil sudah dibiasakan untuk berpikir, merasa, dan bertindak dengan arah yang jelas. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#aktif #Era digital #pola asuh orang tua #Demokratis #lebih aktif #semangat #berkembang #gadget #cepat belajar #otoriter #Pengambilan Keputusan #zaman sekarang #pola asuh #anak-anak