Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kunci Bahagia ala Titi Kamal: Jaga Mental, Pilih Lingkungan Sehat, dan Tetap Tumbuh Setiap Hari

Imanda Najwa Kirana Dewi • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:30 WIB
Titi Kamal adalah aktris Indonesia yang sukses berkarier dan peduli pada kesehatan mental.
Titi Kamal adalah aktris Indonesia yang sukses berkarier dan peduli pada kesehatan mental.

RADARTUBAN – Aktris sekaligus penyanyi Titi Kamal kembali mencuri perhatian publik dengan pandangan jujur dan inspiratif tentang karier, keluarga, kesehatan mental, dan pertemanan.

Dalam podcast “Suara Berkelas” yang diunggah pada 18 Februari 2025, Titi berbagi kisah perjalanan hidup dan nilai-nilai yang ia pegang teguh di tengah dinamika dunia hiburan dan kehidupan modern yang serba cepat.

Bangkit dari Insecure dan Keterpurukan

Dalam perbincangan hangat itu, Titi menyoroti fase usia 20-an sebagai masa paling produktif, namun juga penuh tantangan emosional.

Menurutnya, masa muda adalah saat di mana seseorang memiliki energi besar dan ambisi tinggi, tetapi juga sering diliputi rasa tidak percaya diri.

“Jangan tenggelam di insecure-nya kita,” ujar Titi lembut.

Dia mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu keras pada diri sendiri. Bagi Titi, kegagalan adalah bagian dari proses belajar, bukan akhir dari perjalanan.

Titi juga mencontohkan bagaimana kini dia ingin menggunakan pengaruhnya di media sosial untuk menyebarkan hal positif. 

Dia terinspirasi oleh berbagai gerakan sosial seperti Pandawara Group, yang menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

“Sekecil apa pun dampaknya, tetap berarti,” ujarnya penuh semangat.

Keluarga dan Lingkaran Pertemanan Sehat

Setelah lebih dari dua dekade berkarier di dunia hiburan, Titi mengaku kini lebih menghargai keluarga dan teman sejati.

Dia mengenang pesan sederhana dari sang ayah yang selalu ia pegang, yakni “Jaga nama baik keluarga.” Pesan itu menjadi fondasi moral yang membimbingnya dalam setiap langkah.

Kini, setelah menikah dan memiliki anak, prioritas hidupnya berubah.

“Kalau dulu karier adalah segalanya, sekarang keluarga jadi pusat hidup saya,” katanya.

Titi juga menyoroti pentingnya memiliki lingkaran pertemanan yang sehat.

Menurutnya, teman sejati bukan yang menimbulkan rasa iri, tapi yang saling menyemangati untuk tumbuh bersama.

Belajar Tabayun di Era Digital

Dalam era digital yang serba cepat, Titi mengingatkan pentingnya tabayun — mencari kejelasan sebelum menghakimi.

Menariknya, prinsip itu juga menjadi tema film terbarunya yang membahas soal kejujuran dan empati di tengah dunia maya yang kerap penuh fitnah dan kesalahpahaman.

“Sekarang semua orang bisa bicara di media sosial, tapi tidak semua bisa berpikir dulu sebelum bicara,” tuturnya.

Dia mengajak masyarakat agar berhati-hati dalam berkomentar, karena kata-kata di dunia digital bisa melukai tanpa disadari.

Titi juga menyinggung soal lingkungan kerja yang toxic, dan memberi saran realistis: fokus pada pekerjaan, abaikan komentar negatif, dan jika perlu, ambil langkah mundur demi kesehatan mental.

“Banyak anak muda yang resign bukan karena lemah, tapi karena mereka belajar menghargai diri sendiri,” ujarnya tegas.

Tidak Ada Sukses yang Instan

Titi juga membagikan pandangan tentang hubungan dan karier. Ia menyarankan agar tidak takut menjadi selektif dalam memilih pasangan hidup.

“Ini hubungan seumur hidup, jangan takut jadi picky,” katanya.

Menurutnya, seseorang bisa dinilai dari hal kecil — misalnya, bagaimana ia mengelola emosi saat marah.

Titi kemudian mengenang masa-masa awal kariernya, saat ia harus naik angkot demi mengikuti casting dan menerima peran figuran tanpa dialog.

“Semua proses itu berharga. Dari situ kita belajar menghargai setiap hasil,” ujarnya penuh makna.

Kunci Bahagia: Tetap Bertumbuh dan Bersyukur

Menutup sesi podcast, Titi Kamal menyampaikan pesan sederhana namun kuat:

“Selama kita masih dikasih napas, usaha terus, belajar terus, dan cari terus peluang.”

Baginya, kunci hidup bukan hanya soal sukses, tetapi tentang kemampuan untuk terus bertumbuh tanpa kehilangan arah dan empati.

Dia menegaskan pentingnya berpikir sebelum berbicara, terutama di dunia digital yang penuh tekanan dan perbandingan.

“Di balik gemerlap layar, kebahagiaan sejati itu berakar dari ketulusan, kerja keras, dan hati yang penuh syukur,” tutupnya penuh makna. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#titi kamal #kesehatan mental #inspiratif #Insecure #bahagia #pertemanan