RADARTUBAN - Jika Anda sedang membaca artikel ini lewat ponsel, coba perhatikan posisi tubuh Anda.
Apakah bahu condong ke depan? Apakah dagu hampir menyentuh dada?
Jika iya, Anda sedang berada dalam posisi yang disebut “text neck” atau “smartphone slump”, sebuah kondisi yang semakin umum terjadi di era digital, terutama di kalangan remaja dan anak muda.
Melansir dari Northwestern Medicine, Text neck adalah istilah medis untuk gangguan postur akibat terlalu sering menunduk saat menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, atau laptop.
Posisi kepala yang terus-menerus menunduk memberi tekanan berlebih pada leher dan tulang belakang.
Padahal, dalam posisi netral, kepala manusia sudah memiliki berat sekitar 4–5 kg.
Ketika kepala dimiringkan ke depan sekitar 60 derajat, beban yang ditanggung leher bisa meningkat hingga 27 kg.
Gejala yang Sering Diabaikan
Text neck bukan sekadar pegal-pegal biasa. Gejalanya bisa meliputi:
• Nyeri leher yang terus-menerus atau datang dan pergi.
• Sakit di bahu dan punggung atas, terutama di antara tulang belikat.
• Sakit kepala tipe tegang atau yang berasal dari leher (cervicogenic headache).
• Kekakuan otot dan penurunan fleksibilitas leher.
• Postur tubuh yang memburuk, seperti bahu membulat dan kepala maju ke depan.
Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah efek kumulatifnya.
Rasa sakit tidak langsung muncul saat kita sedang menunduk menatap layar, tetapi baru terasa setelahnya.
Jiika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu gangguan tulang belakang jangka panjang.
Penyebab Utama: Gaya Hidup Digital
Penyebab utama text neck adalah kebiasaan menunduk saat menggunakan perangkat digital.
Smartphone, tablet, laptop, bahkan e-reader semuanya berkontribusi.
Posisi duduk yang tidak ergonomis, durasi penggunaan yang lama, dan kurangnya jeda gerak memperparah kondisi ini.
Bahkan video game dan aktivitas belajar daring pun bisa memicu text neck jika dilakukan tanpa memperhatikan postur tubuh.
Pencegahan dan Solusi
Kabar baiknya, text neck bisa dicegah dan diatasi.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
• Angkat perangkat ke level mata, agar kepala tetap dalam posisi netral.
• Ambil jeda setiap 20–30 menit, lakukan peregangan ringan.
• Perbaiki postur duduk, pastikan punggung tegak dan bahu rileks.
• Gunakan meja dan kursi yang ergonomis, terutama saat bekerja atau belajar.
• Lakukan olahraga ringan secara rutin, untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot leher dan punggung.
Jika gejala sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke fisioterapis atau dokter spesialis tulang.
Penanganan dini bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kesadaran Baru di Era Digital
Text neck adalah contoh nyata bagaimana gaya hidup modern membawa tantangan baru bagi kesehatan.
Di tengah kemudahan teknologi, kita perlu lebih sadar akan dampaknya terhadap tubuh.
Karena kesehatan bukan hanya soal apa yang kita makan, tetapi juga bagaimana kita duduk, berdiri, dan menatap layar. (*/tia)
Editor : radar tuban digital