Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata Menangis Bisa Bikin Cepat Tidur, Ini Alasannya Menurut Ilmu!

Bihan Mokodompit • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:10 WIB
Ilustrasi orang menangis.
Ilustrasi orang menangis.

 

RADARTUBAN - Banyak orang bertanya-tanya: “Benarkah orang habis nangis langsung mengantuk?”

Istilah “kantuk setelah menangis” kerap muncul dalam pengalaman sehari-hari, namun apakah ini sekadar persepsi atau ada dasar ilmiahnya?

Dalam artikel ini kita akan mengulas fenomena menangis dan kantuk, meninjau penelitian medis, menjelaskan mekanisme tubuh, dan menyimpulkan sejauh mana klaim ini berdasar.

Mengapa Menangis Bisa Melelahkan Tubuh?

Menangis bukan hanya reaksi emosional semata — tubuh pun ikut bekerja keras.

Saat air mata mengalir, detak jantung bisa meningkat, pernapasan melambat atau berubah pola, serta jaringan tubuh menggunakan energi dalam proses melepaskan hormon stres.

Sebuah artikel dari Men’s Health menyebut bahwa menangis “memakan energi” dan bisa menyebabkan hiperventilasi ringan, yang membuat otak kekurangan oksigen sehingga memunculkan rasa kantuk.

Penelitian psikologis juga menunjukkan bahwa air mata emosional (emotional crying) dapat memicu pengaktifan sistem saraf parasimpatis — bagian tubuh yang mengatur suasana rileks dan memulihkan kondisi setelah stres — yang membantu tubuh kembali tenang dan mendekati keadaan siap tidur.

Ilmu di Balik Hubungan Menangis dan Kantuk

Walaupun penelitian langsung tentang “menangis menyebabkan kantuk” masih terbatas, sejumlah studi mendukung kemungkinan adanya hubungan tersebut:

• Dalam tinjauan literatur The Riddle of Human Emotional Crying, disebutkan bahwa sobbing atau tangisan yang berlangsung lama dapat menuntut pengeluaran energi signifikan, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan atau tidur.

• Dalam penelitian Physiological responses to stress following tears of sadness, ditemukan bahwa orang yang menangis cenderung mengalami penurunan hormon kortisol lebih cepat dan pemulihan (recovery) emosional lebih cepat dibanding yang tidak menangis. Efek relaksasi ini bisa membantu menyiapkan tubuh untuk istirahat.

• Artikel di MedicalNewsToday menyebut bahwa meskipun efek tidur setelah menangis paling banyak diuji pada bayi, konsep bahwa tangisan menenangkan dan membantu seseorang tertidur tidak bisa diabaikan.

Dengan demikian, alasan ilmiah yang mungkin menjembatani ekspresi tangis dan rasa kantuk meliputi: keluarnya hormon stres dari tubuh, efek parasimpatis, penurunan suplai oksigen ringan akibat pernapasan berubah, dan kecenderungan tubuh untuk “istirahat” setelah digunakan secara emosional.

Kapan Efek Kantuk Lebih Kuat Terjadi?

Efek kantuk dari menangis cenderung lebih terasa bila tangisannya intens atau berkepanjangan.

Bila tangisan ringan atau sebentar, tubuh mungkin hanya merespons dengan ketegangan emosional tanpa sampai menyebabkan kantuk berat.

Dikutip dari Verywell Mind, ketika seseorang menangis secara emosional, sistem parasimpatik akan “mengajak” tubuh untuk pulih dan beristirahat — ini berkontribusi terhadap rasa kantuk.

Faktor lainnya adalah kondisi fisik dan psikologis pribadi. Seseorang yang sudah kurang tidur atau stres berat bisa lebih mudah merasa ngantuk setelah menangis dibanding orang yang dalam kondisi fit.

Memang Ada Bukti, Tapi Tidak Mutlak

Jadi, apakah benar bahwa habis menangis langsung mengantuk?

Jawabannya: mungkin, tergantung intensitas tangisan dan kondisi fisik-emotional individu.

Bukti ilmiah menunjukkan ada mekanisme biologis yang memungkinkan tangisan memicu kelelahan dan kantuk, seperti pelepasan hormon stres, aktivasi sistem parasimpatis, dan penggunaan energi tubuh yang meningkat.

Tapi penelitian khusus tentang “tangis langsung tidur” pada orang dewasa masih terbatas.

Jika ingin mengajukan artikel ini ke redaktur, kamu bisa menyertakan rujukan dari jurnal dan artikel luar negeri seperti:

• Physiological responses to stress following tears of sadness (PubMed)

• The Riddle of Human Emotional Crying (PMC)

• Is crying good for you? — Harvard Health

• Why crying makes you tired — Men’s Health

• The Benefits of Crying — Verywell Mind (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kondisi #psikologi #stres #menangis #hormon #pikiran