Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Bad Mood Biasa, Psikolog Ungkap Bahaya Baby Blues yang Harus Diketahui Ibu Baru

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:10 WIB

 

Seorang ibu tengah mengalami baby blues
Seorang ibu tengah mengalami baby blues

RADARTUBAN - Perubahan emosi yang drastis pada ibu baru, seperti tiba-tiba marah, sedih, lalu kesal dalam waktu singkat, seringkali dianggap enteng.

Padahal, kondisi ini adalah gejala dari Sindrom Baby Blues, kondisi umum yang dialami oleh 80% orang tua baru dan biasanya muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah persalinan.

Sayangnya, banyak yang menyepelekan sindrom ini sebagai stres biasa.

Melansir dari podcast Indrajana di kanal YouTube Klinik Utama DR. Indrajana, psikolog menyampaikan baby blues yang tidak diatasi berpotensi berkembang menjadi Depresi Postpartum yang lebih serius.

“Akar masalah ini umumnya terletak pada perubahan hormon, gangguan pola tidur, dan tekanan menjadi ibu baru,” jelas Alvina.

Meskipun bersifat sementara dan biasanya hilang dalam beberapa minggu, penting bagi ibu dan keluarga untuk siaga.

Penting untuk mengenali gejalanya dan jangan biarkan baby blues mengganggu perkembangan bayi dan kualitas hidup ibu.

Beberapa tanda baby blues yang harus diwaspadai:

1. Kelelahan ekstrem hingga tidak sanggup mengurus diri sendiri.

2. Peningkatan sensitivitas, mudah marah, dan cemas.

3. Perasaan sedih, murung, dan sering menangis.

4. Gangguan nafsu makan dan kesulitan tidur.

5. Merasa terbebani oleh tanggung jawab dalam merawat bayi.

Oleh karena itu, pendekatan psikologis yang tepat dan dukungan keluarga sangat dianjurkan sebagai bagian dari perawatan ibu setelah melahirkan.

Penting juga kesadaran dan edukasi bagi ibu dan keluarga agar tidak mengabaikan tanda-tanda baby blues.

“Kita harus ingat bahwa istirahat dan dukungan adalah kuncinya. Jangan anggap remeh perubahan emosi ibu baru, karena ini bukan hanya soal mood, tapi keselamatan mental,” tegasnya.

Pendekatan psikologis dan dukungan keluarga sangat dianjurkan. Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan ibu dan keluarga untuk mengatasi baby blues:

1. Tidur cukup: Memastikan ibu beristirahat, terutama dengan ikut tidur saat bayi tidur siang.

2. Nutrisi sehat: Mengonsumsi makanan bergizi yang terbukti dapat meningkatkan suasana hati.

3. Bergerak dan berjemur: Melakukan olahraga ringan dan jalan-jalan singkat untuk menghirup udara segar dan mendapatkan sinar matahari.

4. Terima bantuan: Jangan sungkan menerima tawaran bantuan dari orang terdekat.

5. Fokus pada diri sendiri dan bayi: Jangan terlalu khawatir dengan pekerjaan rumah tangga. Prioritaskan diri sendiri dan si kecil.

Langkah- langkah tersebut sangat penting untuk membantu ibu melewati masa krisis emosional dan mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.

“Setiap ibu adalah pahlawan, tapi pahlawan juga butuh support. Jangan takut untuk bilang kamu butuh bantuan, karena itu langkah besar menuju kesembuhan,” tutupnya dengan pesan menyentuh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#orang tua baru #stres #emosi #ibu baru #Depresi Postpartum #tanda baby blues #baby blues