Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukti Era Digital Buka Peluang Baru, Kenali Profesi Afiliator TikTok yang Bisa Raup Omzet Miliaran

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:03 WIB
Afiliator TikTok kini jadi profesi menjanjikan. Tanpa modal besar, bisa hasilkan omzet fantastis di era digital.
Afiliator TikTok kini jadi profesi menjanjikan. Tanpa modal besar, bisa hasilkan omzet fantastis di era digital.

RADARTUBAN - Di tengah gelombang digitalisasi dan perubahan masif dunia kerja, kisah Asmara Wreksono menjadi bukti nyata bahwa peluang emas bisa lahir dari keberanian beralih profesi.

Siapa sangka, meninggalkan zona nyaman di dunia seni rupa dan beralih menjadi afiliator di TikTok bisa menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah dalam waktu singkat.

Kisah inspiratif ini dibagikan dalam podcast Senar di kanal YouTube Annisa Steviani.

Perubahan kariernya bukanlah tanpa proses. Ia memulai perjalanannya dari editor media sosial di Netflix.

Sempat mencoba dunia startup, hingga akhirnya terjun ke seni rupa sebagai pelaku pameran.

Namun, panggilan baru muncul saat ia memutuskan menjadi afiliator TikTok. Proses transisi ini terjadi kurang dari dua tahun setelah ia meninggalkan perusahaan besar.

Keberhasilannya tidak lepas dari bekal ilmu digital marketing yang ia kuasai sejak lama.

Konsep penulisan affiliate yang ia terapkan di awal era internet kini ia kemas ulang dalam format video pendek yang menarik.

Konten yang persuasif, tanpa terkesan memaksa, menjadi kunci utama.

Secara sederhana, afiliasi adalah model kemitraan bisnis di mana seseorang (afiliator) mempromosikan produk atau layanan perusahaan (merchant).

Mereka akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang berhasil melalui tautan unik mereka. Afiliator bertindak sebagai perantara pemasaran digital.

Fenomena affiliator di TikTok bukan hanya soal menjual produk, melainkan bagaimana membangun personal branding yang kuat, relevan dengan audiens, dan konsisten menghasilkan konten yang persuasif tanpa terkesan memaksa.

Banyak yang tertarik dengan adanya program afiliasi ini karena mendapatkan berbagai keuntungannya, seperti:

1. Modal Minimal/Nihil: Program ini dapat dimulai tanpa modal awal yang besar, bahkan bisa diikuti tanpa biaya sama sekali.

2. Potensi Penghasilan Pasif: Selama tautan atau kode referralafiliator digunakan oleh konsumen, memungkinkan penghasilan bahkan saat tidak sedang aktif bekerja.

3. Fleksibilitas Waktu: Tidak terikat jam kerja konvensional, afiliator memiliki kebebasan untuk menentukan strategi dan waktu promosi mereka.

4. Bebas Urus Logistik: Afiliator tidak direpotkan pengelolaan stok produk, pemenuhan pesanan, atau proses pengiriman; semua tanggung jawab logistik ditangani pihak merchant.

Namun, tantangan terbesarnya adalah menurunkan ego dan gengsi, terutama mereka yang sebelumnya mapan dan kini harus memulai dari nol di platform media sosial.

Pandangan negatif yang menganggap ini pekerjaan "alay" atau "dagang receh" kerap muncul.

Justru, hal tersebut menjadi motivasi bagi para afiliator untuk membuktikan bahwa profesi ini serius dan memiliki potensi penghasilan yang sangat besar.

Kunci utama adalah keberanian untuk belajar, beradaptasi, dan membangun personal branding yang autentik.

"Orang tidak mau jualan karena gengsi, tapi sebenarnya berdagang itu adalah bagian paling dasar dari kehidupan,” jelanya.

Ia juga mengajak semua kalangan untuk tidak takut mencoba profesi baru di dunia digital. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#netflix #mempromosikan produk #afiliator #tiktok #affiliate #digitalisasi #omzet