RADARTUBAN - Seiring berkembangnya minat masyarakat terhadap astrologi dan tarot, kerap muncul berbagai persepsi tentang kegunaan dan batasan kepercayaan tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh seorang praktisi tarot dan astrologi sekaligus Founder Early Theory, Kevin Santoso Budiharto, dalam podcast Uncensored with Andini Effendi yang tayang di kanal YouTube Cauldron Content.
Kevin memaparkan bahwa astrologi dan tarot bukan hanya soal ramalan, melainkan juga alat untuk memahami diri dan situasi sosial secara lebih mendalam.
Aktivitas ini bukan pengganti keyakinan agama melainkan pelengkap untuk navigasi hidup yang lebih efektif.
"Untuk saya, astrologi membantu dalam navigasi sosial, memahami kapan harus lebih inisiatif atau santai berkomunikasi dengan orang lain," ungkap Kevin.
Ia juga menekankan bahwa membaca tarot bukan hanya hiburan atau mencari tahu hal-hal ghaib, tetapi lebih kepada problem solving untuk masalah nyata yang dihadapi klien.
"Masalah karakter dan pengembangan diri adalah yang harus didahulukan sebelum bertanya soal hal-hal besar seperti takdir atau karma," tuturnya.
Astrologi dan tarot tidak boleh dijadikan satu dengan keyakinan agama secara langsung.
Menurutnya, keduanya adalah dua hal yang berbeda yang harus dikelola dengan bijaksana agar tidak terjadi tumpang tindih yang membingungkan.
Astrologi dan tarot dipandang sebagai pelengkap yang membantu manusia tumbuh dan memahami diri lebih baik, tanpa menggantikan nilai-nilai agama.
Selain itu, pentingnya jarak dalam hubungan sosial dan spiritual agar terjadi pertumbuhan dan kedewasaan.
Pendekatan yang diterapkan dalam konsultasi tarot bersifat "tough love" yang menuntut klien untuk membangun kekuatan batin dan mengambil tanggung jawab atas perubahan hidupnya sendiri.
Kritik juga diarahkan pada kecenderungan masyarakat yang terlalu berharap pada ramalan tanpa menempa kesiapan diri lebih dulu.
Fenomena media sosial sering menampilkan ilusi sukses instan. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan yang realistis dan mendalam terhadap astrologi dan tarot, agar keduanya tidak hanya sekadar hiburan kosong.
Dengan begitu, astrologi dan tarot bisa menjadi alat yang efektif untuk merenung dan mengembangkan karakter diri.
Pandangan ini menunjukkan bahwa di zaman modern, astrologi dan tarot bukan lagi sekadar ramalan.
Keduanya menjadi alat untuk membantu kita memahami diri sendiri dan menghadapi masalah hidup dengan lebih bijak.
Di tengah kehidupan sosial yang rumit, cara ini menawarkan jalan untuk merenung dan menuntun hidup dengan kesadaran diri yang lebih baik.
Pendekatan modern ini menggabungkan nilai lama dengan teknologi baru, membuat praktik spiritual tetap relevan dan bisa diterima masyarakat masa kini tanpa mengabaikan akal sehat.
Dengan demikian, astrologi dan tarot berpotensi besar menjadi bagian penting dalam pengembangan diri dan kesehatan mental saat ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni